Juli 2017 – SMPN 1 WARU PAMEKASAN
 

Bulan: Juli 2017

Untuk memfasilitasi sekolah (SMP) meningkatkan kompetensi kepala sekolah dan guru serta membantu sekolah mengimplementasikan K13, Direktorat Pembinaan SMP menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan pendampingan pelaksanaan K13 bagi SMP. Bimbingan Teknis dan
pendampingan pelaksanaan K13 tersebut – dengan sejumlah program pendukung lainnya – diharapkan mampu menjadikan jumlah SMP pelaksana K13 naik secara signifikan setiap tahun. Pada tahun 2017 ditargetkan sekitar 13.731 (35%) SMP telah melaksanakan K13, sementara tahun 2017 diharapkan 24.004 SMP (62%), tahun 2018 sebanyak 38.535 SMP (100%) di seluruh wilayah Indonesia sudah melaksanakan K13.
Bimbingan Teknis dan pendampingan implementasi K13 diselenggarakan dengan melibatkan peranserta Direktorat Pembinaan SMP, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, sekolah pelaksana Kurikulum 2013 dengan
peran/tugas masing-masing. Agar semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pelatihan dan pendampingan tersebut dapat menjalankan peran/tugasnya dengan baik, perlu dibuat panduan pelaksanaan pelatihan dan pendampingan pelaksanaan K13 di SMP. Panduan tersebut antara lain
mengatur ketentuan mengenai tujuan, sasaran/peserta, struktur program, materi, strategi, pendanaan, pengelolaan, dan pelaporan pelaksanaan pelatihan dan pendampingan.
Adapun bahan/materi Bimtek Penyegaran Kurikulum 2013 yang dapat kami share sbb:
1. Buku Guru Revisi Tahun 2017
    a. Bahasa Indonesia                (Unduh disini) atau (disini)
    b. Bahasa Inggris                    (Unduh disini) atau (disini)
    c. Matematika                         (Unduh disini) atau (disini)
    d. Ilmu Pengetahuan Alam     (Unduh disini) atau (disini)
    e. Ilmu Pengetahuan Sosial    (Unduh disini) atau (disini)
    f. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan   (Unduh disini) atau (disini)
    g. Pendidikan Jasmani dan Olahraga Kesehatan (Unduh disini) atau (disini)
    h. Prakarya                             (Unduh disini) atau (disini)
    i.  Seni Budaya                       (Unduh disini) atau (disini)
2. Panduan Penilaian Kurilum 2013 Revisi Tahun 2017   (Unduh disini) atau (disini)
3. Silabus Kurikulum 2013 Revisi    (Unduh disini) atau (disini)
4. Materi Paparan Umum
     a. Dinamika Perkembangan Kurikulum 2013   (Unduh disini) atau (disini)
     b. Materi Literasi dalam Pembelajaran             (Unduh disini) atau (disini)
     c. Penilaian untuk Pembelajaran Kur 2013       (Unduh disini) atau (disini)
     d. Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter     (Unduh disini) atau (disini)
     e. Strategi Literasi dalam Pembelajaran           (Unduh disini) atau (disini)
5. Panduan Pengelolaan
    a. Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal   (Unduh disini) atau (disini)
    b. Panduan Pengelolaan Laboratorium    (Unduh disini) atau (disini)
    c. Panduan Penyusunan RPP SMP          (Unduh disini) atau (disini)
    d. Panduan Pemanfaatan Lingkungan Sekolah   (Unduh disini) atau (disini)
    e. Panduan Pemanfaatan Perpustakaan    (Unduh disini) atau (disini)
    f.  Panduan Pengelolaan Kurikulum        (Unduh disini) atau (disini)
    g. Pengelolaan Media Pembelajaran        (Unduh disini) atau (disini)
    h. Pengelolaan dan Pemanfaatan Lab Bahasa    (Unduh disini) atau (disini)
    i.  Panduan Penelusuran Bakat dan Minat          (Unduh disini) atau (disini)
6. Panduan Pembelajaran SMP               (Unduh disini) atau (disini)
    Tambahan:
7. Aplikasi Penilaian Kurikulum 2013 untuh SMP (Unduh disini) atau (Disini)
8. Aplikasi Penilaian Kurikulum 2013 untuh SD    (Unduh disini) atau (Disini)

Semoga Bermanfaat

Pada tahun 2017 ini Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) di  seluruh Indonesia menggulirkan satu program bagi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Program ini dilaksanakan dengan memilih beberapa sekolah tingkat SD, SLTP dan SLTA di seluruh Indonesia untuk menjadi sekolah model bagi pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Internal (SPMI)

Menurut  Kamus Besar Bahasa Indonesia, model artinya pola (contoh, acuan, ragam dan sebagainya) dari sesuatu yang akan dibuat atau dihasilkan. Jadi secara sederhana, model dapat dimaknai sebagi contoh atau acuan. Sedangkan SPMI merupakan kepanjangan dari Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Internal . Sistem penjaminan mutu internal adalah system penjaminan mutu yang dilaksanakan secara mandiri oleh pihak sekolah. Berdasarkan hal tersebut di atas, sekolah model SPMI dapat diartikan sebagai sekolah yang menjadi contoh atau acuan dalam sistem penjaminan mutu internal.

Definisi sekolah model menurut Buku Juknis Dikdasmen, adalah sekolah yang ditetapkan dan dibina oleh LPMP untuk menjadi sekolah acuan bagi sekolah lain di sekitarnya dalam penerapan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri; menerapkan seluruh siklus penjaminan mutu pendidikan secara sistemik, holistik, dan berkelanjutan, sehingga budaya mutu tumbuh dan berkembang secara mandiri  serta memiliki tanggungjawab untuk mengimbaskan praktik baik penerapan penjaminan mutu pendidikan kepada lima sekolah di sekitarnya.

Sekolah model dipilih dari sekolah yang belum memenuhi SNP untuk dibina oleh LPMP agar dapat menerapkan penjaminan mutu pendidikan di sekolah mereka sebagai upaya untuk memenuhi SNP. Pembinaan oleh LPMP dilakukan hingga sekolah telah mampu melaksanakan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri. Sekolah model dijadikan sebagai sekolah percontoan bagi sekolah lain yang akan menerapkan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri. Sekolah model memiliki tanggungjawab untuk mengimbaskan praktik baik penerapan penjaminan mutu pendidikan kepada lima sekolah di sekitarnya, sekolah yang diimbaskan ini selanjutnya disebut dengan sekolah imbas.
Kriteria Sekolah Model

  1. Sekolah belum memenuhi SNP
  2. Seluruh komponen sekolah bersedia dan berkomitmen untuk mengikuti seluruh rangkaian pelaksanaan pengembangan sekolah model.
  3. Adanya dukungan dari pemerintah daerah.

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di sekolah harus dilakukan oleh seluruh anggota sekolah yaitu kepala sekolah, guru, siswa dan staf sekolah sesuai tugasnya masing-masing. Ada lima tahapan siklus  yang harus dilaksanakan yaitu:

  1. Tahap pertama adalah memetakan mutu sekolah dengan berpedoman pada EDS
  2. Tahap kedua adalah membuat perencanaan peningkatan mutu sekolah
  3. Tahap ketiga adalah pelaksanaan program penjaminan mutu sekolah
  4. Tahap Ke empat adalalah  monitoring dan evaluasi
  5. Tahap kelima  strategi peningkatan mutu sekolah

Dalam pelaksanaannya, LPMP akan memberikan pendampingan kepada calon sekolah model yang telah dipilih sampai sekolah tersebut mampu melaksanakan siklus pemenuhan mutu pendidikan internal secara mandiri. Adapaun program pendampingan yang dilaksanakan LPMP pada tahun 2017 terbagi kepada beberapa tahap antara lain:

  1. Workshop  Sekolah Model, di tiap kabupaten/kota
  2. Pendampingan Tahap 1, di sekolah model
  3. Pendampingan Tahap 2, di sekolah model
  4. Workshop Penyusunan Potret Sekolah, di LPMP Propinsi
  5. Ekspose Sekolah Model, di kabupaten dilanjutkan di tingkat pusat.

Puncak dari pendampingan program sekolah ini adalah ekspose/pameran yang dilaksanakan di tingkat kabupaten dan dilanjutkan di tingkat pusat. Materi yang ditampilkan di ekspose sekolah model adalah; 1) Potret / Profil Sekolah Model, 2) Odner (map) yang berisikan dokumentasi kegiatan sekolah dalam pelaksanaan 5 siklus SPMI mencakup dokumen tertulis dan foto-foto kegiatan, 3) Foto-foto kegiatan pelaksanaan SPMI di sekolah, 4) Slide show kegiatan SPMI, 5) Baner, Pamplet, Newsletter, dll.

Program sekolah model ini tidak hanya dilaksanakan di tahun 2017.Pada tahun 2018 LPMP akan melaksanakan program ini dengan lebih banyak lagi sekolah baik tingkat SD, SLTP maupun SLTA.

Masa libur sekolah telah usai, bagi anak yang baru masuk sekolah merupakan waktu-waktu yang menegangkan karena meraka akan berada dilingkungan sekolah yang baru sehingga mereka harus menyesuaikan dengan teman-teman, guru dan lingkungan sekolah baru. begitu juga yang terjadi di SMP Negeri 1 Waru Pamekasan.

Dalam rangka untuk membantu anak-anak didiknya dalam bersosialisi dilingkungan yang baru SMP Negeri 1 Waru mengadakan MOS yaitu masa Orentasi Siswa dengan dikemas dengan berbagai kegiatan yang membatu siswa/i baru untuk lebih mengenal teman-temannya, lingkungan, pelajaran serta keberanian diri.

Kegiatan MOS ini diantaranya belajar bersama, olahraga gembira , berkenalan, ibadah bersama, materi pendidikan karakter. Khusus untuk materi  Dampak Narkoba dan Tertib Lalu Lintas, SMP Negeri 1 Waru bekerja sama dengan Polsek Waru. Untuk materi Kesadaran Berbangsa dan Bernegara bekerja sama dengan Koramil Waru.

Selamat berlajar anak-anak di SMPN 1 Waru semoga jadi anak cerdas, sholeh dan sholeha serta sukses didunia dan akhirat…

“Anak adalah investasi  untuk negara ini, anak yang HEBAT adalah anak yang berguna bagi orang tua, agama dan bangsa, mari berikan yang terbaik untuk anak kita !!!”

 

INFORMASI PRA MOS DAN MOS

Pra MOS dilaksanakan pada 15 Juli 2017
MOS dilaksanakan pada tanggal 17-19  Juli 2017
Tema : Pengenalan Lingkungan Sekolah dan Pendidikan Karakter

  1. Agenda Pra MOS
    Sabtu 15 Juli 2017 : Acara akan dilaksanakan mulai pukul 07.30 – selesai
  2. Pengarahan tentang Tata Krama dan Tata Tertib Sekolah
  3. Penertiban Siswa Baru
  4. Pengaturan Tempat
  5. Pengarahan MOS
  6. Pembagian Buku Panduan MOS
  7. Latihan Upacara
  8. Pakaian Peserta
    Pakaian peserta saat Pra MOS:
    1. Memakai seragam SD
    2. Sepatu yang digunakan berwarna hitam dengan kaos kaki putih polos.
  9. Pakaian peserta saat MOS :
    1. Baju atas putih bawah pramuka.
    2. Untuk yang kerudung, gunakan kerudung warna putih polos.
    3. Menggunakan belt atau ikat pinggang berwarna hitam.
    4. Sepatu yang dipergunakan berwarna hitam dan kaos kaki putih polos.
  10. Kartu peserta MOS disediakan panitia
  11. Peserta, saat Pra MOS dan MOS diharuskan membawa buku untuk mencatat hal-hal yang dianggap perlu dan peserta juga diharapkan membawa alat ibadah dan membawa obat pribadi.

PETUNJUK TEKNIS MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH (MPLS) SMPN 1 WARU PAMEKASAN

TAHUN PELAJARAN 2017/2018

 

  1. LATAR BELAKANG

Setiap jenjang memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan jenjang pendidikan sebelumnya, kekhususan ini merupakan hal yang wajar dan memang harus dilalui. Hal  tersebut di karenakan adanya perbedaan cara-cara penyampaian bahan pembelajaran dan materi pendidikan yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan pertumbuhan fisik dan mental psikologis peserta didik. Adanya cirri khusus pada setiap jenjang pendidikan menyebabkan beberapa kebiasaan belajar  yang dikembangkan di jenjang sebelumnya perlu disempurnakan dan diubah dengan cara belajar  yang  baru yaitu pembelajaran  yang  aktif, inovatif, kreatif,  efektif, dan menyenangkan sesuai perkembangan fisik dan mental psikologis peserta didik. Berkenan hal tersebut,  maka penyelenggaraan  MPLS perlu dilaksanakan dalam rangka memberikan pengenalan mengenai lingkungan sekolah  yang menjadi pilihannya untuk menuntut ilmu, sekaligus sebagai upaya mengenalkan peserta didik baru dengan lingkungan barunya.

 

  1. DASAR
  2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2009 tentang Standar pengelolaan Pendidikan;
  5. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan;
  6. Surat Edaran Dirjen Dikdasmen Nomor 220/C/MN/2008 tanggal 18 Januari 2008 tentang kegiatan MPLS

 

  1. TUJUAN
  2. Membentuk karakter peserta didik dalam rangka mempertebal semangat nasionalisme;
  3. Memberikan kesan kepada peserta didik tentang kesan positif dan menyenangkan terhadap lingkungan pendidikan barunya;
  4. Membantu peserta didik baru untuk mengenal lebih dekat dengan lingkungan pendidik di SMPN 1 Waru sehingga tercipta iklim akademik yang kondusif;
  5. Memahami kehidupan sekolah yang  baru, terutama bagi peserta didik baru dalam upaya pengenalan dan pelaksanaan Wawasan Wiyata Mandala;
  6. Memotivasi peserta didik baru agar tumbuh dan memiliki kepercayaan diri sehingga mempunyai keberanian mengungkapkan pendapat serta aktif dalam kegiatan yang positif dan kontruktif;
  7. Menanamkan rasa bangga peserta didik baru terhadap almamaternya, sehingga akan timbul rasa memiliki, dan mampu berinteraksi dengan berbagai unsure dan komponen sekolah yang pada akhirnya akan berimbas pula terhadap pemahaman untuk melaksanakan semua aturan dan norma yang diterapkan di sekolah dengan

 

  1. SASARAN

Adalah diperuntukan bagi peserta didik baru SMPN 1 Waru dengan mengikut sertakan siswa yang lain, Kepala Sekolah, dan Guru, serta Staf Karyawan sekolah.

 

  1. PRINSIP-PRINSIP PENYELENGGARAAN MPLS
  2. Penanggung jawab MPLS adalah Kepala

Penanggung jawab teknis/lapangan :

  • SMP adalah Kepala Sekolah,
  1. Hari-hari pertama masuk sekolah selama 3 (tiga) hari diisi dengan kegiatan MPLS bagi peserta didik SMP diisi kegiatan pengenalan lingkungan dalam bentuk kegiatan yang bersifat edukatif dan konstruktif serta tidak diperbolehkan mengarah pada kegiatan destruktif dan atau kegiatan yang dapat merugikan peserta didik baik secara fisik maupun
  2. Kegiatan MPLS harus dilandasi prinsip mudah, murah, menyenangkan, massal, meriah, dan
  3. Penyampaian materi dalam MPLS seminimal mungkin menggunakan metode ceramah, dan tidak diperbolehkan melakukan perpelocoan dalam bentuk
  4. Penyelenggaraan MPLS bersifat fleksibel sesuai dengan kondisi sekolah yang mendasarkan pada ketentuan sebagaimana prinsip penyelenggaraan nomor 1, 2 dan 3.
  5. Setelah penyelenggaraan kegiatan MPLS selesai, sekolah wajib melaporkan :

Kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan.

 

  1. TEMA MPLS :

“PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH DAN PEMBINAAN KARAKTER”

  1. MATERI
  2. MateriWajib :
  3. Tertib lalu lintas
  4. Kesadaran Berbangsa dan Bernegara
  5. Cara Belajar Efektif
  6. Prilaku Hidup Bersih dan Sehat
  7. Materi Tata Krama Siswa
  8. Pendidikan Karakter
  9. Wawasan Wiyatamandala
  10. Dampak Narkoba dan pergaulan bebas
  11. Pengertian Kepramukaan

 

  1. WAKTU

Pelaksanaan MPLS adalah            :

Hari, tanggal                                 : Senin-Rabu, 17,18,19Juli 2017

Waktu                                           : Pukul 07.30 s.d 12.00 WIB (maksimal)

 

  1. LAIN-LAIN

Selama kegiatan  MPLS berlangsung, Kepala Sekolah dibantu Kepala Urusan Kesiswaan, harus memantau, mengendalikan, dan bertanggung jawab terhadap kegiatan tersebut didasarkan pada prinsip-prinsip penyelenggara MPLS. Apabila ada pelanggaran pelaksanaan MPLS oleh sekolah, maka akan diberi sanksi sesuai aturan yang berlaku.

 

  1. PENUTUP

Pedoman MPLS ini merupakan upaya untuk memberikan kemudahan dan kelancaran pelaksanaan kegiatan di sekolah-sekolah dan menyesuaikan situasi dan kondisi masing-masing sekolah. Semoga dengan kegiatan MPLS tahun 2017 ini dapat membantu sekolah dalam rangka Penguatan Kurikulum 2013 dalam rangka membangun pendidikan karakter guna menyiapkan generasi unggul.

 

Semoga Allah subhanahuwata’alaTuhan Yang Maha Esa selalu meridhoi kerja kita. Aamiin

 

 

 

Pamekasan,     Juli 2017

KepalaSekolah

 

 

Hendroyono, S.Pd

NIP, 197310201998021001

 

 

 

SUSUNAN PANITIA MASA ORIENTASI SISWA (MOS)

TAHUN PELAJARAN 2017/2018

 

 

Penannggungjawab  : Hendroyono, M.MPd

Ketua Panitia             : Mujiono, S.Pd

Wakil                          : Ali Baki Aman, S.Pd

Sekretaris                   : Amirul surya Fathoni, S.Pd

Bendahara                  : Zulfan, M.MPd

 

 

Seksi Bidang :

Seksi Bidang Acara

-Rakhim Supriyady, S.Pd

-Sucipto, S.Pd

Seksi Bidang Perlengkapan

-Suyanto, S.Pd

Seksi Bidang Kedisiplinan

-Hamsawi, S.Pd

Update Materi MOS atau pengenalan lingkungan sekolah tahun pelajaran 2017/2018 – Sesuai dengan Pedoman MOS. untuk memberikan kemudahan dan kelancaran pelaksanaan kegiatan di sekolah-sekolah dan menyesuaikan situasi dan kondisi masing-masing sekolah. kami berharap Semoga dengan adanya konsep dan referensi materi MOS tahun 2016 ini dapat membantu sekolah dalam rangka Penguatan Kurikulum KTSP dan 2013 dalam rangka membangun pendidikan karakter guna menyiapkan generasi unggul sehingga tercipta kegiatan pembelajaran yang efektif pada awal tahun ajaran baru.

Selain itu, Selama kegiatan MOS berlangsung, Kepala Sekolah dibantu Kepala Urusan Kesiswaan (SMP), Waka Kesiswaan (SMA/SMK), atau Guru yang ditunjuk Kepala Sekolah (SD), harus memantau, mengendalikan, dan bertanggung jawab terhadap kegiatan tersebut didasarkan pada prinsip-prinsip penyelenggara MOS. Apabila ada pelanggaran pelaksanaan MOS oleh sekolah, maka akan diberi sanksi sesuai aturan yang berlaku

Download Materi MOS SMP 2017/2018:

  1. Materi MOS Arti dan Makna Wawasan Wiyata Mandala Download
  2. Materi MOS Pengertian Pramuka Download
  3. Materi MOS Kesadaran Bangsa dan Negara Download
  4. Materi MOS Cara Belajar Efektif Download
  5. Materi MOS Pendidikan Karakter Download
  6. Materi MOS Tata Krama Siswa Download
  7. Materi MOS Pengenalan Kurikulum Download

Adapun materi mos sendiri terbagi 2 yaitu materi wajib dan materi pilihan,sebagai berikut

Kumpulan Materi MOS 2017

1. Materi Wajib :

a. Wawasan Wiyata Mandala
b. Kesadaran Berbangsa dan Bernegara, Nasionalisme/Patriotisme.
c. Pendidikan Karakter
d. Pengenalan Kurikulum 2013
e. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
f. Kepramukaan
g. Pembinaan Mental Keagamaan
h. Untuk SD, hari pertama masuk diisi pengenalan lingkungan sekolah, cara belajar, dan penanaman pembentukan karakter dalam rangka mempertebal semangat nasionalisme, salah satunya dalam bentuk menghafal lagu-lagu wajib/perjuangan.

i. MOS diselenggarakan, sesuai dengan pencanangan pendidikan karakter dan pembinaan nasionalisme oleh Gubernur Jawa Tengah, maka sebagai salah satu tolok ukur perlu dilaksanakan pre tes dan pos tes, di antaranya menghafalkan lagu wajib/lagu perjuangan :

– Garuda Pancasila
– Bagimu Negeri
– Maju Tak Gentar
– Berkibarlah Benderaku
– Halo-Halo Bandung
– Satu Nusa Satu Bangsa
– Hari Merdeka
– Rayuan Pulau Kelapa
– Syukur
– Mengheningkan Cipta

Catatan :
– Untuk Lagu Indonesia Raya, semua peserta didik wajib hafal.
– Untuk Lagu Wajib/Perjuangan bagi siswa SD minimal hafal 3 (tiga) lagu, SMP minimal 7 (tujuh), dan SMA/ SMK minimal hafal 9 (sembilan) lagu.

2. Materi Pilihan :

a. 4 Pilar Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara;
b. Sosialisasi Dampak Merokok;
c. Sosialisasi Dampak Narkoba, HIV dan AID’S;
d. Cara Belajar Yang Efektif;
e. Dinamika Kelompok;
f. Lomba Kreatifitas Bidang Seni;
g. Lomba Kreatifitas Bidang Olahraga;
h. Leadership (Kepemimpinan);
i. Perkenalan dengan kakak kelas/guru/karyawan;
j. Kegiatan social/mengunjungi ke panti asuhan/panti jompo/panti rehabilitasi social, dan bakti social;
k. Pengenalan Kegiatan Ekstrakurikuler;
l. Lain-lain (sesuai dengan kondisi sekolah).

Bagi bapak dan ibu yang membutuhkan Materi MOS untuk SD, SMP, SMA dan SMK sebagai persiapan atau referensi, bisa mengunduhnya DISINI. Terima kasih Semoga bermanfaat

Kunjungan dan pengarahan Dinas Pendidikan Kab. Pamekasan tentang PPDB dan MOS

Pamekasan – Hari pertama Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Negeri 1 Waru Pamekasan, Kamis 6 juli 2017, berlangsung lancar. SMP Negeri 1 Waru berada di wilayah utara pamekasan  masih menjadi tujuan  pendaftar, khususnya masyarakat wilayah utara.

Pendaftar diantarkan orang tua ataupun gurunya dengan tertib mengisi formulir pendaftaran dan persyaratan lainnya di  tempat yang telah disediakan. Panitia pendaftaran dibantu OSIS memberikan pelayananan sebaik mungkin untuk melayani pendaftar. Data pendaftar langsung diinput petugas  pendaftar  pada aplikasi yang telah disediakan..

Sejumlah pendaftar mengaku optimistis akan diterima di SMP Negeri 1 waru dan mempercayakan sepenuhnya putra/putrinya untuk dididik di SMP Negeri 1 waru, untuk mengembangkan segala potensinya dan meraih cita-citanya.

SMPN 1 WARU PAMEKASAN ©2019. All Rights Reserved.
Powered by WordPress. Theme by Phoenix Web Solutions