Pendidikan – SMPN 1 WARU PAMEKASAN
 

Kategori: Pendidikan

KOMPETISI Inovasi Pelayanan Publik Jawa Timur (KOVABLIK JATIM) memasuki babak baru. Pada 3-5 September 2019, Biro Organisasi Pemprov Jatim mengundang 45 finalis inovasi pelayanan publik 2019.

SMP Negeri 1 Waru Pamekasan melakukan presentasi program inovasi Modal Gisi (Motivasi Medal Bergilir Untuk Meningkatkan Prestasi Siswa) dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2019 di ruang pertemuan Hongkong Room Hotel Mercure Surabaya, Selasa (3/9/2019). Presentasi Kovablik ini diikuti oleh 45 inovator dari berbagai bidang di Jawa Timur.

Tim inovasi SMP Negeri 1 Waru Pamekasan ini terdiri dari Hendroyono selaku Kepala SMPN 1 Waru serta A. Rakhim Supriyadi, S.Pd . Mereka didampingi oleh Bagian Organisasi Kabupaten Pamekasan.

Presentasi ini diawali dengan pemutaran video inovasi berdurasi 3 menit dan dilanjutkan dengan presentasi berdurasi 7 menit serta diskusi 10 menit. Presentasi dibawakan oleh Kepala SMP Negeri 1 Waru Pamekasan.

Ringkasan Proposal………..

SMP Negeri 1 Waru berjarak 33 km dari Kabupaten pamekasan, topografi daerahnya adalah pegunungan. Karena demografinya, maka informasi dan kemajuan yang menjadi acuan di pusat kota sedikit lambat diadopsi oleh kecamatan waru. Capaian nilai UN dan capaian prestasi akademik maupun non akademik masih kurang memuaskan. Hanya prestasi seni musik tradisional yang sering diraih SMP Negeri 1 waru baik tingkat kabupaten maupun tingkat propinsi.

Setelah dilakukan pengamatan dan kajian di SMP Negeri 1 waru, maka ada beberapa asumsi yang diprediksi sebagai penyebab capaian prestasi akademik dan non akademik kurang memuaskan yaitu :

  1. Kurangnya motivasi belajar siswa
  2. Iklim kompetisi yang belum terbangun
  3. Kurangnya penghargaan atau reward atas prestasi siswa
  4. Belum munculnya karakter desiminasi siswa
  5. Kurangnya keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak di sekolah

Dari permasalahan tersebut sekolah melakukan inovasi MODAL GISI (Motivasi Medali Bergilir untuk Meningkatkan Prestasi Siswa). Adapun tujuan Inovasi tersebut adalah :

  1. Meningkatkan motivasi belajar siswa
  2. Membangun iklim kompetisi positif
  3. Memberi reward untuk meningkatkan prestasi siswa
  4. Menumbuhkan karakter desiminasi/ membagi ilmu kepada orang lain
  5. Membangun keterlibatan orang tua untuk perduli pada pendidikan anak

inovasi tersebut dilakukan melalui strategiMAT ALI REBUT DESI:

  1. MAT ALI…..seMATkan medALI, medali sebagai pengakuan atas prestasi tertinggi yang siswa peroleh disematkan di hadapan seluruh guru dan siswa lainnya pada saat upacara bendera hari senin, sehingga muncul kebanggan yang akan menjadi motivasi untuk meningkatkan prestasi akademik dan non akademik, serta menumbuhkan keinginan bagi siswa lainnya untuk berprestasi sama.
  2. REBUT………medali yang diperoleh bisa dipeREBUTkan setiap saat oleh siswa lainnya dengancara “menantang” juara bertahan agar ulangan lagi.
  3. DESI……..DESIminasi, Pemegang medali sebanyak 3 kali wajib mendesiminasikan kemampuannya kepada teman-temannya dan mendapatkan medali yang lebih besar

Kondisi sebelum dan sesudah inovasi dapat dilihat dalam tabel

NO URAIAN SEBELUM INOVASI SESUDAH INOVASI
1. Motivasi Belajar Siswa Rendah 20% Tinggi 55%
2. Hasil ulangan harian Ketuntasan 40% Ketuntasan 80%
3. Peningkatan Prestasi Event / juara = 20% Event / juara = 40%
4. Tempat latihan olah raga Sepi = 5 anak/hari Ramai = 13 anak/hari

 

 

 

 

 

 

 

Tujuan Inovasi

Gambarkan/Jelaskan tujuan inisiatif (“gagasan”) munculnya inovasi ini

Jawaban:

 

SMP Negeri 1 Waru merupakan sekolah pinggiran dengan tingkat kesadaran mayarakat tentang pendidikan masih rendah. Bersekolah bagi masyarakat pinggiran hanya sebagai pengisi waktu dan untuk mendapatkan ijazah saja, tanpa semangat dan motivasi tinggi untuk betul-betul mencari ilmu sebagai bekal hidupnya, sehingga capaian prestasi akademik maupun non akademik tidak menjadi tujuan belajar. Setelah dilakukan pengamatan dan kajian di SMP Negeri 1 waru, ada beberapa asumsi yang diprediksi sebagai penyebab permasalahan diatas :

  1. Kurangnya motivasi belajar siswa
  2. Iklim kompetisi yang belum terbangun
  3. Kurangnya penghargaan atau reward atas prestasi siswa
  4. Belum munculnya karakter desiminasi siswa
  5. Kurangnya keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak di sekolah

Dari permasalahan tersebut muncul inovasi MODAL GISI (Motivasi Medali Bergilir untuk Meningkatkan Prestasi Siswa). Adapun tujuan Inovasi tersebut adalah:

  1. Meningkatkan motivasi belajar siswa
  2. Membangun iklim kompetisi positif
  3. Memberi reward untuk meningkatkan prestasi siswa
  4. Menumbuhkan karakter desiminasi/ membagi ilmu kepada orang lain
  5. Membangun keterlibatan orang tua untuk perduli pada pendidikan anak

Keselarasan Dengan Kategori Yang Dipilih

Jelaskan keterkaitan inovasi dengan kategori yang dipilih.

 

Inovasi yang kami pilih termasuk kategori Pendidikan. Hal ini sesuai dengan tujuan dan fungsi sekolah untuk memberikan layanan membimbing, mengajar dan mendidik, memberikan bekal ilmu pengetahuan pada peserta didik sebagai generasi muda penerus bangsa sehingga menjadi sumber daya manusia yang unggul.

Sekolah merupakan ujung tombak pendidikan secara nasional, dimana kemajuan bangsa ditentukan oleh kemajuan pendidikannya, karena fungsi sekolah antara lain adalah memberikan layanan kepada peserta didik , agar mampu memperoleh pengetahuan atau kemampuan akademik yang dibutuhkan dalam kehidupan untuk  mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan sehingga dapat mewujudkan cita-cita atau mengaktualisasikan dirinya sendiri

Signifikansi (Arti Penting)

Jelaskan bagaimana inovasi ini berperan penting dalam mengatasi kekurangan/ kelemahan tata kelola, administrasi umum atau pelayanan publik di suatu negara atau wilayah tertentu. Inisiatif tersebut harus berdampak positif terhadap kelompok-kelompok penduduk, termasuk kelompok yang rentan (yaitu anakanak, perempuan, orang tua, orang cacat, dll.) dalam konteks negara atau wilayah Anda.

Jawaban:

Pendidikan di daerah pinggiran dan kepulauan masih mengalami kesenjangan dibandingkan dengan diperkotaan, terutama mengenai sarana. Kondisi tersebut diperparah dengan rendahnya motivasi dan minat belajar siswa. Sehingga perlu ada terobosan atau inovasi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dan inovasi MODAL GISI (Motivasi Medali Bergilir Untuk Meningkatkan Prestasi Siswa), sangat efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Inovasi ini berperan penting kepada sekolah karena terbukti dapat meningkatkan prestasi siswa, membangun iklim kompetisi positif, dengan adanya reward medali dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan dapat menumbuhkan karakter desiminasi/ membagi ilmu kepada orang lain. Sehingga dapat mensejajarkan kemajuan sekolah pinggiran dengan sekolah perkotaan

Strategi inovasi MODAL GISI adalah MAT ALI REBUT DESI:

  1. MAT ALI…..seMATkan medALI, medali sebagai pengakuan atas prestasi tertinggi yang siswa peroleh disematkan di hadapan seluruh guru dan siswa lainnya pada saat upacara bendera hari senin, sehingga muncul kebanggan yang akan menjadi motivasi untuk meningkatkan prestasi akademik dan non akademik, serta menumbuhkan keinginan bagi siswa lainnya untuk berprestasi sama.
  2. REBUT………medali yang diperoleh bisa dipeREBUTkan setiap saat oleh siswa lainnya dengan cara “menantang” juara bertahan agar ulangan lagi
  3. DESI……..DESIminasi, Pemegang medali sebanyak 3 kali wajib mendesiminasikan kemampuannya kepada teman-temannya dan mendapatkan medali yang lebih besar

 

Inovatif

  • Jelaskan sisi inovatif dari inovasi ini dalam konteks wilayah
  • Jelaskan apakah inovasi ini asli atau merupakan adaptaasi/modifikasi/replikasi dari konteks lain

 

Ada tujuh macam kebutuhan khas remaja, yaitu:

  1. Dapat curahan kasih sayang
  2. Dapat diterima dalam kelompok
  3. Keinginan dapat mandiri
  4. Bisa berprestasi
  5. Dapat pengakuan sebagai prestise
  6. Dapat dihargai
  7. Memperoleh falsafah hidup

Hall (dalam Liebert, dan kawan-kawan, 1974) menyatakan bahwa selama masa remaja banyak masalah yang dihadapi karena remaja itu berupaya menemukan jati dirinya (identitasnya) – kebutuhan aktualisasi diri. Aktualisasi diri merupakan bentuk kebutuhan untuk mewujudkan jati dirinya. Di samping itu remaja membutuhkan pengakuan akan kemampuannya, yang menurut Maslow kebutuhan ini disebut kebutuhan penghargaan. Remaja membutuhkan penghargaan dan pengakuan bahwa ia telah mampu berdiri sendiri, mampu melaksanakan tugas-tugas seperti yang dilakukan oleh orang dewasa, dan dapat bertanggung jawab atas sikap dan perbuatan yang dikerjakannya.

Inovasi MODAL GISI ini inovatif karena

  1. mampu memenuhi kebutuhan khas remaja seperti yang disebutkan diatas, sehingga siswa melaksanakan inovasi ini dengan suka cita.
  2. Secara langsung memberikan bukti konkret pada orang tua dan lingkungannya tentang keberhasilan prestasi akademik dan non akademik
  3. Meningkatkan keperdulian Orang tua terhadap kwalitas pendidikan anak

Video Modal Gisi bisa di lihat di https://youtu.be/2wFdDF1Fmks.

Inovasi ini asli atau original dari kajian dan pemikiran untuk mengatasi permasalahan kurangnya rendahnya capaian prestasi akademik maupun non akademik di SMPN 1 Waru.

 

 

 

Transferabilitas

Apakah inovasi tersebut memiliki potensi dan/atau terbukti telah diterapkan dan diadaptasi (disesuaikan)ke dalam konteks lain (misalnya negara atau wilayah lain) ? Jika ya, tolong jelaskan di mana dan bagaimana prosesnya

 

Inovasi ini sangat mudah dan murah, sehingga dapat direplikasi pada sekolah lain. Teknis pelaksanaannya diawali dengan pilot project 2 kelas, kerena efektifitasnya sangat tinggi makselajutnya direplikasi pada semua kelas. Keterbatasan dana yang ada menyebabkan inovasi ini hanya menyediakan 30 medali, 15 medali untuk akademik, 5 mata pelajaran dan 15 medali cabang olah raga. SMPN 1 Waru adalah sekolah model yang memiliki 5 sekolah imbas yaitu SMPN 1 Batumarmar, SMPN 1 Pasean,SMPN 2 Pasean, SMPN 1 Pakong dan SMPN 1 Kadur. kelima sekolah imbas ini telah mereplikasi inovasi MODAL GISI .

 

 

 

 

Sumber Daya

  • Sumber daya apa (yaitu keuangan, manusia atau lainnya) yang digunakan untuk melaksanakan inovasi tersebut ?
  • Langkah-langkah/strategi apa yang dilakukan dalam memobilisasi/menggerakkan seluruh sumber daya Internal dan eksternal
  • Bagaimana keberlanjutan sumber daya yang digunakan dalam inovasi ini? Apakah hingga saat ini sumber daya masih tersedia?
  • Jelaskan apakah dan bagaimana inovasi ini berkelanjutan (meliputi aspek-aspek sosial, ekonomi dan yang berhubungan dengan lingkungan).

 

SUMBER DAYA YANG DIGUNAKAN

  1. Sumber Daya Keuangan

Sumber dana berasal dari BOS(Bantuan Operasional Sekolah) sebesar  Rp 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah) untuk membeli 30 (tiga puluh) medali.

  1. Sumber Daya Manusia

Sumber Daya Manusia yang terlibat dalam inovasi ini adalah dewan guru dan komite sekolah yang tersusundalam tim Pelaksana Inovasi Modal Gisi.

 

 

LANGKAH-LANGKAH YANG DILAKUKAN DALAM MEMOBILISASI SUMBER DAYA:

  1. Sumber Daya Keuangan

Pembelian medali dianggarkan rutin setiap tahunnya dari dana BOS. Cara ini menjamin kontinuitas terlaksananya Inovasi MODAL GISI.

  1. Sumber Daya Manusia

Dimobilisasi melalui:

  1. Rapat evaluasi rutin

Dilaksanakan setiap bulan. Dalam rapat ini dibahas permasalahan yang timbul dan mencari solusi bersama sehingga semua pihak memiliki tanggungjawab atas terlaksananya Inovasi Modal Gisi sesuai porsi masing-masing.

  1. Laporan pelaksanaan kegiatan

Setiap selesai kegiatan, penangunggjawab kegiatan membuat laporan pelaksanaan kegiatan. Laporan ini dijadikan bahan evaluasi dalam melakukan perbaikan-perbaikan maupun menyusun langkah peningkatan inovasi kedepan

 

 

KEBERLANJUTAN SUMBER DAYA

Sumber daya akan selalu tersedia selama sekolah ini masih ada, karena berasal dari dewan guru dan komite sekolah, sedangkan sumber daya keuangan berasal dari dana rutin yang diberikan pemerintah untuk sekolah.

Inovasi ini sangat besar dampaknya dari :

  1. aspek sosial : berlanjut karenan dukungan dan antusiasme orang tua sangat tinggi dibuktikan dengan testimoni orang tua kehadiran pada pertemuan wali murid
  2. aspek ekonomi : berlanjut karena pembiayaan yang sangat murah, hanya membutuhkan dana awal
  3. aspek lingkungan : berlanjut karena berdampak pada motivasi dan hasil belajar siswa yang akhirnya berdampak pada peningkatan capaian prestasi sekolah

 

 

 

 

Dampak

  • Apakah inovasi ini telah dievaluasi secara resmi skala dampaknya, melalui evaluasi internal atau eksternal misalnya evaluasi yang dilakukan oleh APIP atau lembaga lain yang relevan.
  • Jelaskan bagaimana inovasi ini dievaluasi dampaknya pada:

Target/kelompok sasaran.Kelompok masyarakat di luar kelompok sasaran.Aspek tata pemerintahan instansi (misalnya efisiensi anggaran, perbaikan proses bisnis,kolaborasi antar satuan unit kerja/perangkat daerah dan/atau pemangku kepentingan lainnya,tingkat akuntabilitas).

 

Inovasi ini sudah dievaluasi secara internal dan eksternal

1.Internal

Secara internal sudah dievaluasi oleh guru mata pelajaran, wali murid, komite dan tim inovasi. Terbukti dengan adanya inovasi ini berdampak pada meningkatnya prestasi akademik dan non akademik siswa, terbangun iklim kompetisi yang sehat, meningkatnya motivasibelajar dan meningkatnya kepedulian orang tua akan pendidikan dan meningkatnya prestasi sekolah.

 

  1. Eksternal

inovasi ini telah dievaluasi oleh Inspektorat Kabupaten Pamekasan yaitu dalam penilaian pelayanan publik dan dalam eventPamekasan School Fair. Alhamdulillah dalam Penilaian Pelayanan Publik, SMP Negeri 1 Waru meraih juarapertama dan pada event Pamekasan School Fair meraih juara 2.

Indikator yang digunakan dalam evaluasi

  1. Motivasi belajar siswa

Yang dievaluasi dari inovasi ini adalah motivasi belajar siswa yaitu dengan menggunakan angket kuesionerdan hasilnya terbukti ada peningkatan motivasi belajar

  1. Hasil belajar

Hasil belajar atau ulangan harian merupakan indikator keberhasilan inovasi ini. Setelah dibandingkan hasil

belajar sebelum inovasi dan setelah inovasi, maka terbukti ada peningkatan hasil belajar

 

 

  1. Prestasi siswa

Peningkatan prestasi siswa juga menjadi ukuran keberhasilan dari inovasi ini. Terbukti dengan inovasi modal gisi ada peningkatan prestasi sekolah

Berdasarkan hasil evaluasi dampak inovasi ini adalah

  1. Pada Target

Target dalam hal ini adalah siswa, yaitu berdampak pada motivasi,hasil belajar dan prestasi

NO URAIAN SEBELUM INOVASI SESUDAH INOVASI
1. Motivasi Belajar Siswa Rendah 20% Tinggi 55%
2. Hasil ulangan harian Ketuntasan 40% Ketuntasan 80%
3. Peningkatan Prestasi Event / juara = 20% Event / juara = 40%
4. Tempat latihan olah raga Sepi = 5 anak/hari Ramai = 13 anak/hari

 

 

 

 

 

 

 

Gambaran Keberhasilan Pelayanan MODAL GISI

NO

 

URAIAN CAPAIAN INOVASI MODAL GISI
BULAN JULI (UH1) BULAN AGUST (UH2) BULAN SEPT (UH3)
1. Hasil ulangan harian
Matematika 80 87 100
Bahasa Indonesia 95 96 100
Bahasa Inggris 73 92 95
IPA 82 85 92
IPS 85 90 100
2. Lompat Jauh 5.10 5.14 5.14
Lompat Tinggi 1.70 1.76 1.76
Lari 100 m 13 13.1 13.2
3. Survey Motivasi Belajar 84 86 87
4. Survey Kepuasan Orang Tua 88 90 91

 

  1. Kelompok masyarakat : apresiasi dan respon masyarakat sangat tinggi hal ini terbukti dengan testimony wali murid yang positip dan mendapatkan penghargaan dari kepala desa

Keterlibatan Pemangku Kepentingan

Jelaskan pemangku kepentingan mana yang terlibat, dan apa peran dan kontribusi mereka dalammerancang, melaksanakan dan mengevaluasi inovasi ini.

Keterlibatan Komite Sekolah selaku pemangku kepentingan mempunyai peran yang sangat besar disampingtermasuk dalam tim kepanitiaan dalam inovasi yang ikut memantau pelaksanaan inovasi juga memberikan informasi dan sosialisasi kepada orang tua siswa dan masyarakat secara luas Komite dan kepala sekolah merupakan institusi yang berada dalam lingkungan sekolah harus mampumembenahi dan membawa sekolah untuk menyongsong masa depan pendidikan yang berkualitas.Keterlibatan Komite sekolah dirasakan melalui kepedulian melakukan aktivitas-aktivitas turut serta dalammengambil keputusan, melaksanakan dan mengevaluasi keputusan dalam usaha program pendidikan(inovasi pendidikan) di sekolah secara proporsional dan profesional yang dilandasi kebersamaan dalam tujuan. Partisipasi stakeholder dalam inovasi pendidikan di SMPN 1 Waru adalah sebagai berikut:

  1. Berpartisipasi aktif pada program inovasi untuk turut serta dalam manajemen sekolah sesuai dengan perandan fungsi berkenaan dengan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program sekolah secara proporsional.
  2. Mewadahi partisipasi baik dari wali murid maupun kelompok sukarela, pemerhati atau pakar pendidikanyang peduli kepada kualitas pendidikan secara proporsional dan profesional selaras dengan kebutuhansekolah.
  3. Menjembatani dan turut serta memasyarakatkan atau mensosialisasikan inovasi sekolah kepada pihakpihak yang mempunyai keterkaitan dan kewenangan dengan sekolah

Pelajaran Yang Dipetik

Gambarkan pelajaran apa yang dipetik, serta usulan ide agar inovasi ini dapat ditingkatkan lebih lanjut atau gambarkan kekhususan inovasi yang membuat inovasi ini hebat, yang membawa perubahan yang lebih cepat dan lebih luas.

Program MODAL GISI merupakan salah satu program SMP Negeri 1 Waru Kabupaten Pamekasan.Inovasi ini juga merupakan prioritas dalam rencana strategis untuk meningkatkanprestasi di Di SMPN 1 Waru. Inovasi MODAL GISI sudah memberikan dampak peningkatan motivasi belajar, hasil belajar danpeningkatan prestasi, karena tercipta iklim kompetisi, ada kebanggaan siswa dan orang tua denganpemberian reward.Pelaksanaan inovasi ini selaras antara program pemerintah pusat, provinsi dan daerah untuk berinovasimemajukan pendidikan.

Seluruh masyarakat Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan 17 Agustus dengan bermacam perayaan. Selain perlombaan, yang menarik adalah karnaval 17 Agustus.

Karnaval identik dengan pawai kostum hingga pertunjukan budaya. Karnaval bertujuan untuk mengenang para pahlawan yang telah berjuang dan berjasa untuk kemerdekaan bangsa, membangun jiwa patriotisme dan jiwa nasionalis utuk generasi muda

Nah, berikut  penampilan karnaval SMPN 1 waru dalam rangka mmemeriahkan  HUT Kemerdekaan RI ke 74

 

 

Alhamdulillah, SMPN 1 Waru, SMPN 4 Pmk dan SMPN 5 Pmk  telah Meraih Juara 1, 2 dan 3 Penilaian Kinerja Pelayanan Publik tingkat SMP Kabupaten Pamekasan thn 2018. Keberhasilan prestasi yang membanggakan ini tentu berkat kerja keras dan perhatian khusus warga sekolah terhadap Program Unggulan Bupati Pamekasan dlm meningkatkan YANLIK. Harapannya semoga YANLIK berpengaruh positip thd peningkatan kinerja dan kepuasan masyarakat, khususnya di dunia pendidikan bisa menghasilkan SDM yg unggul yg pada gilirannya memajukan Kabupaten Pamekasan.

Keterangan foto tidak tersedia.

 

Gambar mungkin berisi: Hendro Yono, Qadimul Azal, dan Lies Kawi, orang tersenyum, luar ruangan

Alhamdulillah Penilaian Pelayanan Publik sudah dilaksanakan di SMPN 1 Waru Pamekasan. Adapun aspek yang dinilai adalah :

  1. Kebijakan Pelayanan
  2. Profesionalisme SDM
  3. Sarana Prasarana
  4. Sistem Informasi Pelayanan Publik
  5. Konsultasi dan Pengaduan

SMPN 1 Waru sangat mendukung kegiatan tersebut karena kami berpandangan banyak manfaat yang bisa diambil yaitu :

  1. Memberikan motivasi kepada lembaga untuk senantiasa meningkatkan pelayanan sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan
  2. Mengetahui pencapaian dan kekurangan dalam melayani, sehingga secepatnya bisa berbenah untuk mengatasi kelemahan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

A. PENDAHULUAN

Sains, dan Seni adalah bidang-bidang non-olahraga yang sangat penting dalam kehidupan seseorang terutama di kehidupan zaman sekarang. Sains di zaman sekarang adalah penyokong hidup. Dengan berkembangnya sains berkembanglah tekonologi. Sains telah mendorong kemajuan pesat kehidupan manusia. Seiring dengan berkembangnya sains, kehidupan manusia semakin mudah dan terbantu, mulai dari hal-hal kecil hingga hal-hal besar zaman sekarang sangat sulit dipisahkan dengan keberadaan sains. Bahkan keberadaan ilmu sains dan teknologi telah berkembang sehingga dapat menolong jiwa manusia lewat ilmu kedokteran dan juga membangun dan membuat sesuatu yang diluar logika manusia pada umumya.

Selain sains, seni adalah bidang yang juga sangat penting didalam kehidupan manusia. Sains yang dalam kehidupan lebih menggunakan otak kiri perlu diseimbangkan dengan keberadaan seni lewat musik, tari, serta kesenian lainnya seperti melukis yang didominasi otak kanan. Kesenian ini dalam kehidupan siswa sering kali dituangkan dalam bakat-bakat menyanyi dan melukis. Kesenian yang mengutamakan perasaan dan kreatifitas dapat menjadi kompetensi lain selain logika yang dikembangkan di sains.

Atas dasar kedua kompetensi tersebut, kami, Organisasi Siswa Intra Sekolah SMP Neegri 1 Waru Pamekasan menyelenggarakan suatu lomba Matematika IPA Competition, lomba karaoke lagu daerah, baca puisi, melukis  dan mewarnai.

Dengan adanya kegiatan ini kami berharap dapat mengingatkan kita akan tujuan pembangunan Nasional akan kemajuan di bidang pendidikan dan seni khususnya di wilayah Pantura Kab. Pamekasan.

B. LANDASAN KEGIATAN

Adapun landasan kegiatan yang kami gunakan antara lain :

  1. Pasal 32 tentang Pendidikan.
  2. Tujuan Pendidikan Nasional.
  3. Program Sekolah SMP Negeri 1 Waru
  4. Program kerja OSIS SMP Negeri 1Waru 2017-2018.

C. DASAR PEMIKIRAN

  1. SMPN 1 Waru sebagai bagian, sarana pendidikan dan milik dari masyarakat wilayah Pantai Utara (Pantura) Kab. Pamekasan
  2. SMPN 1 Waru Pamekasan merupakan lembaga pendidikan yang bergerak dalam bidang pendidikan yang berorentasi pada ilmu pengetahuan dan teknologi.
  3. Dalam era globalisasi ini diperlukan tenaga-tenaga yang mahir, handal, berbakat, kreatif dan inovatif serta kompeten, sehingga dapat meningkatkan dan mengharumkan nama Bangsa Indonesia dalam dunia Pendidikan, bidang sosial budaya baik di tingkat lokal, nasional ataupun dunia Internasional.
  4. Diperlukan suatu wadah untuk memacu kemampuan siswa dalam berkompeten serta menyalurkan bakat dan minat siswa terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

D. MAKSUD DAN TUJUAN

  1. Untuk meningkatkan peran SMP Negeri 1 Waru dalam mewujudkan Tujuan Pendidikan Nasional di Kabupaten Pamekasan.
  2. Meningkatkan kompetensi siswa SD/MI, PAUD, dan TK/RA dalam mengahadapi kemajuan teknologi yang bergerak dan berubah maju dengan pesat.
  3. Pembentukan kelas unggulan yang merupakan progam SMP Negeri 1 Waru sebagai SEKOLAH STANDAR NASIONAL (SSN)

E. BENTUK DAN SASARAN KEGIATAN

  1. Bentuk kegiatan yaitu :

Matematika Ipa Competetion (MIC), lomba karaoke lagu daerah, baca puisi, melukis  dan mewarnai  Se-Madura.

  1. Sasaran kegiatan pada kegiatan tersebut adalah sebagai berikut :
  • Pelajar SD/MI Se-Madura
  • PAUD dan Tk/RA Se-Madura

F. TEMA KEGIATAN

Tema Kegiatan ini adalah :

CERDAS, TERAMPIL, KREATIF, dan KOMPETITIF untuk MERAIH PRESTASI TERBAIK  Melalui SMP N 1 Waru Sebagai Pusat Pendidikan di Wilayah Pantura”

 G. PELAKSANAAN KEGIATAN

Pelaksana kegiatan ini adalah seluruh guru dan karyawan/staf TU serta semua pengurus OSIS SMP Negeri 1 Waru.

Sekretariat            : Jl. Raya Tamberu Waru SMP Negeri 1 Waru

Pamekasan 69353 Telp. (0324) 510263.(Hp. 082334972553)

F. PELAKSANAAN

  1. M I C (Matematika, IPA Competetion)

Hari, Tanggal              : Sabtu 24 Maret 2018

Tempat                        : SMP N 1 Waru Pamekasan

  1. Lomba karaoke lagu daerah, baca puisi, melukis dan mewarnai  Se-Madu

Hari, Tanggal   : Minggu, 25 Maret 2018

Tempat                        : SMP N 1 Waru Pamekasan

I. KEPANITIAAN

Susunan kepanitiaan sebagaimana terlampir

J. PUBLIKASI  

  1. Sepanduk
  2. Baleho
  3. Selebaran

K. SUMBER DANA

Adapun sumber dana dari kegiatan ini antara lain:

  1. Dana di lingkungan SMP Negeri 1 Waru
  2. Kas Bulanan OSIS
  3. Peserta Matematika IPA Competetion ( M I C ),Donatur dan sponsorship.

L. ANGGARAN DANA

Seluruh kegiatan ini membutuhkan TOTAL DANA KESELURUHAN yang dihimpun oleh panitia sebesar Rp. 6.760.000

Terbilang : ENAM JUTA TUJUH RATUS ENAM PULUH RIBU RUPIAH

Dengan Rincian Terlampir.

M. PENUTUP

Demikian prooposal kegiatan ini kami buat, sebagai wujud dari Program Kerja OSIS untuk meningkatkan prestasi SMP Negeri 1 Waru. Kegiatan ini tidak akan tercapai jika tidak ada bantuan baik moril dan material dari semua pihak, terutama yang peduli terhadap dunia pendidikan serta kemajuan generasi bangsa saat ini.

Kami selaku panitia pelaksana mengucapkan terima kasih pada semua pihak, atas partisipasinya dalam menyukseskan semua kegiatan. Semoga yang Maha Kuasa membalas amal kebaikan kita semua. Amien.

 

LAMPIRAN 1

SUSUNAN PANITIA

KEGIATAN MIC PLUS 2018

Pembina                                  : HENDROYONO . S.Pd.(Kepala Sekolah)

Penasehat                                : Abdul. Hamid Saleh (ketua komite)

Penanggung jawab                  : Drs. Moh. Zainuddin

Ketua                                 : Achmad Kuasairi S.Pd

Wakil Ketua                      : Ali Baki Aman, S.Pd

Sekretaris                           : Dwi Yuliantoning C, S.Pd

Bendahara                         : Zulfan S.Pd

Koordinator Lomba Matematika :

Ketua         : Siti Latifatur Rahmah, S.Pd

  • Sucipto, S.Pd
  • Rakhim Supriyadi.S.Pd
  • Amirul Surya Fatoni. S.Pd

Koordinator Lomba IPA :

Ketua       : Zulfan, S.Pd

  • Sri Suhartatik S.pd
  • Lutfatul Jannah S.Pd
  • Rifqi BefuriraS.Pd

Koordinator Lomba Lukis Mewarnai :

Ketua       : Ali Baki , S.Pd

  • Abdu Kadir S.Pd

SEKSI-SEKSI

  • Kesekretariatan
    • Kordinator : Dwi Yuliantoning C  Pd
    • Anggota : Viqi Alfianto
  • Alfi Fachriansyah
  • Eka Oktavisn Putri
  • KHolisna Istighfaroni

 

  • Hubungan Masyarakat (HUMAS)
    • Kordinator :Mujiono S.Pd dan Hermanto. S,Pd.I
    • Anggota : Faris Ahmad Fauzi M
  • Farid Ahmad Ashari Putra
  • Icha Berlian S
  • Moh Sulton afriza
  • Allisa Firda Ayuni
  • Nur Aini
  • PUBDEDOK
    • Kordinator : Suyanto S. Pd dan Hamsawi, S.Pd
    • Anggota : Moh Rafli Kurnia
  • Irfansyah
  • Rifqi Wahyudi
  • Afi Andreansyah
  • Naja Akbar
  • Syafika Novaria
  • Saiful Bahri
  • Perlengkapan
    • Kordinator : Rakhim Supriyadi, S.Pd. dan Syamsul

Arifin S.Pd

  • Anggota : Rafli Kurnia
  • Rifqi Wahyudi
  • Afi Andreansyah
  • Naja Akbar
  • Syafika Novaria
    • Acara
    • Kordinator : Satyo Wage Amanu . S.Pd
    • Anggota : Bimas Buqien Abdillah
    • Urip HidayatullaArif Sultan K
  • Nala Eka Nur Oktaviani
  • Afifah Nadia A
  • Asrul Rahmah Aulia
  • Fina Rahmatika
  • Rizqiatul Qonita

 

  • Penggalian Dana
  • Kordinator : Edy Sucipto S.Pd
  • Anggota :Adelia Yulisa A
  • Gina Salsabila B.O
  • Devi afrelia
  • Nur Fadiatul L
  • Indah Novita Sari
  • Adam Husein
  • Konsumsi
    • Kordinator : Srisuhartatik. S.Pd dan Suudiyah, S.Pd,Nurkholifah,S.Pd, Sulistinawati, S.Pd
    • Anggota :  Anisa Nur Komariyah
  • Ahmad Revaldi
  • Novemdi Saleh
  • Rifqi Wahyudi
  • Wahyudi
  • Ilham Robbani

Roket Air

| Leave a comment

Roket air adalah salah satu jenis roket yang menggunakan air sebagai bahan bakarnya. Wahana tekan yang berfungsi sebagai mesin roket biasanya terbuat dari botol plastik bekas minuman ringan . Air dipaksa keluar oleh udara yang bertekanan, biasanya udara yang telah terkompresi.
Istilah “aquajet” telah digunakan di bagian Eropa, namun lebih dikenal umum dengan “roket air” dan di beberapa tempat mereka juga disebut sebagai “roket botol” (yang dapat membingungkan sebagai tradisional istilah ini merujuk pada sebuah kembang api di tempat lain).

Cara kerja roket air :
1. udara tekan ditambahkan yang menciptakan sebuah gelembung yang mengambang diatas air dan kemudian menekan volume udara di bagian atas botol.
2. Botol dilepaskan dari pompa.
3. Air didorong keluar nossel oleh udara terkompresi.
4. Botol bergerak menjauh dari air karena mengikuti hukum Newton Ketiga
Sebagian botol diisi dengan air dan disegel. Botol kemudian bertekanan dengan gas, biasanya udara dikompresi dari sebuah Pompa sepeda , Kompresor udara , atau silinder sampai dengan 125 psi , tapi kadang-kadang CO 2 atau nitrogen dari sebuah silinder. Inilah suatu bentuk produk/media yang dicoba dikembangkan oleh kami siswa dan siswi kelas IX SMPN 1 Waru Pamekasan. Agar kedepannya alat peraga yang kami buat bisa berguna dan bicara banyak khususnya di dalam dunia pendidikan saat ini maupun ke depannya. (ANDIK)

Mulai tahun 2017-2018, pemerintah menetapkan sistem zonasi untuk penerimaan siswa baru, alias hanya menerima siswa yang berdomisili sesuai zona wilayah sekolahnya. Ini supaya nggak ada segelintir sekolah yang dianggap favorit dan jadi tujuan semua siswa.  Alasan lain, adalah agar semua siswa tertampung, nggak ada yang disisihkan.

Zonasi ini merupakan upaya pemerataan pendidikan. Kebayang ‘kan, kalau hanya beberapa sekolah yang jadi incaran siswa dari berbagai wilayah? Ujung-ujungnya yang nilainya bagus akan masuk sekolah tertentu sehingga standar nilai (UN) untuk masuk ke situ tinggi. Sebaliknya, kemungkinan besar ada juga sekolah yang ujung-ujungnya menerima siswa dengan nilai cenderung minim. Alhasil, ada sekolah favorit dan non favorit.

“Semua sekolah harus jadi sekolah favorit. Semoga tidak ada lagi sekolah yang mutunya rendah,” ujar Pak Muhadjir Effendy. Lebih jelas tentang sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) bisa kamu baca berikut ini.

Serba-Serbi Zonasi

* Sistem zonasi ini berlaku mulai tahun ajaran 2017-2018 berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan no. 17 tahun 2017.

* Intinya, calon siswa hanya bisa mendaftar di sekolah berdasarkan zonanya, dilihat dari alamat Kartu Keluarga. Misalnya, rumah kamu di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Nah, kamu hanya bisa mendaftar di sekolah yang meliputi zona Pasar Minggu. Zona-nya sendiri diatur oleh masing-masing pemerintah daerah.

zonasi penerimaan siswa baru

* Pembagian zona sekolah sendiri ditentukan oleh dinas pendidikan provinsi.

* Jadi semua harus berdasarkan zona, nih? Hampir semua, alias 90 persen siswa harus berasal dari alamat yang satu zona dengan sekolah tersebut. Ada juga sih, jalur prestasi yang berasal dari alamat mana saja, tapi cuma 5 persen. Sedangkan sisa 5 persen buat siswa yang pindah domisili.

* Sistem Zonasi berlaku di tingkat SD, SMP, dan SMA Negeri. Untuk SMK, nggak diberlakukan sistem ini. Jadi yang berencana masuk SMK, bebas mendaftar di mana saja, sesuai dengan minatnya. Ini mungkin karena SMK menawarkan program kejuruan yang berbeda-beda. Sehingga belum tentu SMK dengan jurusan tertentu tersebar merata di semua zona.

* Pertimbangan dalam  menentukan diterimanya peserta didik SMA adalah:

1. Jarak tempat tinggal ke sekolah, yang harus sesuai dengan ketentuan zonasi

2. Usia yang sesuai

3. Sertifikasi Hasil Ujian Nasional

4. Prestasi di bidang akademik dan non-akademik (sesuai dengan kebijakan masing-masing daerah). Ini untuk jalur prestasi.

Plus-Minus Zonasi

(+)

* Jarak rumah ke sekolah relatif nggak jauh. Zaman SMA, banyak banget teman yang rumahnya jauh dari sekolah, termasuk saya sendiri. Nggak jarang lho, siswa tinggal di pinggir kota yang beda provinsi dengan sekolahnya yang berlokasi di tengah kota. Bahkan, ada yang sempat ngekos segala.

* Siswa dengan nilai UN tinggi lebih menyebar ke berbagai sekolah. Di tiap kota, biasanya ada sekolah-sekolah yang jadi favorit. Siswa berlomba-lomba masuk ke sana, sehingga pelajar best of the best berada di sekolah incaran tersebut. dengan berlakunya sistem zonasi, pesebaran siswa akan lebih merata.

* Kesempatan masuk SMP yang sesuai zona tempat tinggal kamu akan semakin terbuka, karena nggak perlu saingan dengan calon siswa dari  daerah lain.

* Menampung lebih banyak pelajar. Dengan penerapan zonasi ini, diharapkan pelajar yang nilai UN-nya kurang bagus, tetap dapat kesempatan untuk diterima di sekolah dalam zonanya. Sehingga nggak ada lagi calon siswa yang kebingungan nyari sekolah.

(-)

* Pilihan SMP terbatas zona. Jika SMP idaman kamu berada di kawasan berbeda dengan tempat tinggalmu, kemungkinan besar kamu nggak bisa masuk sekolah tersebut.

* Motivasi UN bisa jadi berkurang. Selama ini pelajar berlomba-lomba mengejar nilai UN agar bisa masuk SMP terbaik. Tahun ini, pertimbangan utamanya adalah domisili kamu.

* Nilai masuk ke SMP favorit bisa jadi menurun. Padahal selama ini sekolah favorit tersebut menjadi acuan.

* Di sisi lain, misi pemerataan pendidikan memang baik. Tapi rasanya sekadar sistem zonasi nggak cukup memberi solusi. Harus ada langkah konkret  lainnya, seperti meningkatkan fasilitas sekolah, kemampuan guru, kualitas pendidikan, dan sebagainya.

Jalur Reguler VS Prestasi

Secara umum,  Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ada yang melalui jalur prestasi dan ada juga yang melalui jalur reguler.

Jalur Prestasi

* Jalur prestasi bisa diikuti pelajar yang berprestasi. Penilaian dan kriteria prestasi berdasarkan ketetapan pemerintah provinsi.

Misalnya, untuk peserta jalur prestasi di Jakarta, harus pernah juara kompetisi tingkat internasional dan nasional (peringkat 1,2,3) atau juara pertama di tingkat provinsi. Sedangkan di Yogyakarta harus prestasi bidang Seni atau Olahraga.

* Hanya bisa memilih satu pilihan sekolah, tapi pilihannya bisa di mana saja.

Youthmanual

Jalur reguler

* Memilih sekolah berdasarkan zona yang sesuai dengan domisili.  Ada 3 Pilihan SMA

* Kriteria Penilaian antara lain

  1. Nilai rata-rata hasil UN
  2. Urutan pilihan sekolah
  3. Perbandingan UN yang lebih besar, dengan urutan:
    1. Bahasa Indonesia
    2. Matematika
    3. Bahasa Inggris
    4. Ilmu Pengetahuan Alam
  4. Umur calon peserta didik baru

Pelaksanaan Sistem Zonasi

Tahun ajaran 2017/2018 menjadi awal diterapkannya sistem zonasi secara nasional dalam penerimaan peserta didik baru. Aturan zonasi sempat berlaku tahun 2013 lalu. Tapi kuota untuk yang sesuai zona hanya 45 persen. Jadi bisa tetap mendaftar di zona lain.

Youthmanual mencoba menelusuri pelaksanaan zonasi tahun ini, dengan contoh kasus Jakarta. Agak membingungkan juga sih, melihat pembagiannya. Jadi DKI Jakarta dibagi menjadi 6 zona. Tapi satu sekolah bisa termasuk ke dalam beberapa zona. Misalnya, SMAN 8 Jakarta masuk ke dalam zona 1,2, dan 3. Sementara SMAN 28 Jakarta masuk ke zona 1,2,3,4,5. Berarti berbagai zona bisa memilih SMA yang sama. Dengan demikian, konsep pemilihan sekolah berdasarkan domisili ini masih agak rancu.

Kemudian prosedur dan langkah-langkahnya termasuk syarat dan periode penerimaan tergantung kebijakan masing masing dinas pendidikan. Di Jakrta pendaftaran dimulai 15 Juni dan pengumuman 17 Juni,sedangkan di DIY Yogyakarta pendaftaran baru berlangsung 5-7 Juli.

Di sisi lain, sistem penerimaan peserta didik baru tahun ini diusahakan setransparan dan seadil mungkin. Proses pendaftaran, kapasitas, dan penerimaan yang bisa langsung diakses secara online di situs siap-ppdb.

Untuk yang baru mau masuk SMA, semoga berhasil!

(sumber gambar: siap-ppdb, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)


Dalam Undang Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara menyatakan bahwa Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat ASN adalah profesi bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja yang bekerja pada instansi pemerintah. Penilaian kinerja bertujuan menjamin objektivitas prestasi kerja yang sudah disepakati, penilaian kinerja dilakukan berdasarkan perjanjian kerja di tingkat individu dan tingkat unit atau organisasi dengan memperhatikan target, sasaran, hasil, manfaat yang dicapai, dan perilaku pegawai, penilaian kinerja dilakukan secara objektif, terukur, akuntabel, partisipatif, dan transparan.

SKP Guru cukup unik dan rumit karena keterkaitannya dengan Penilaian Kinerja Guru (PKG) tetapi apabila kita telah mengusai PKG Guru maka menyusun SKP adalah hal yang sangat mudah untuk dilakukan. Tata cara penyusunan SKP Guru belum dijelaskan penyusunannya dalam Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 1 Tahun 2013 tentang ketentuan pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011. Penjelasan dan contoh yang ada pada Perka BKN Nomor 1 Tahun 2013 pada halaman 16 belum bisa mewakili dan menjelaskan secara rinci tentang tatacara penyusunan SKP guru, untuk itu penulis merasa terpancing dan tertarik untuk membuat karya tulis ini dari permasalahan yang ada.

         1. Penilaian Kinerja Guru ( PKG ).

Penilaian kinerja Guru adalah penilaian dari tiap butir kegiatan tugas utama Guru dalam rangka pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya.Penilaian kinerja Guru dari sub unsur pembelajaran atau pembimbingan dan tugas lain yang relevan didasarkan didasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 35 tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya berlaku secara efektif mulai tanggal 1 Januari 2013.

Penilaian kinerja guru pada pelaksanaan pembelajaran dilakukan di dalam kelas (untuk kegiatan yang dapat diamati) dan di luar kelas (untuk kegiatan yang tidak dapat diamati di dalam kelas). Kegiatan yang tidak dapat diamati di dalam kelas misalnya: penyusunan silabus, RPP, pengembangan kurikulum, tingkat kehadiran guru di kelas, praktik pembelajaran di luar kelas/sekolah/madrasah dan sebagainya. Untuk semua kegiatan yang dilakukan guru, baik yang dapat diamati di dalam kelas maupun yang tidak dapat diamati, penilai kinerja guru wajib melampirkan bukti-bukti fisik berupa dokumen.

         2. Sasaran Kerja Pegawai ( SKP )

Sasaran Kerja Pegawai adalah rencana kerja dan target yang akan dicapai oleh seorang PNS. Peraturan Pemerintah Nomor 46 tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri adalah merupakan Peraturan Pemerintah yang mengatur ketentuan tentang Penilaian Prestasi Kerja.

Angka kredit merupakan merupakan Satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan / atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh seorang pejabat fungsional dalam rangka pembinaan karier yang bersangkutan ditetapkan dengan jumlah angka kredit yang akan dicapai. Oleh sebab itu pejabat fungsional tertentu harus menetapkan target angka kredit yang akan dicapai dalam1 (satu) tahun.

         3. Hubungan PKG dan Tata Cara Penyusunan SKP.

Hubungan antara PKG dan SKP Guru mempunyai keterkaitan yang sangat erat yang mana untuk butir kegiatan dari Unsur Utama dalam SKP Guru angka kreditnya terdiri dari Paket dan Laporan Hasil PKG, oleh karena itu dalam menyusun SKP Guru tidak terlepas dari PKG, dalam menyusun SKP Guru Butir Kegiatan pada Unsur Utama diuraikan satu persatu.

Contoh :

Seorang Guru bernama AIDA FITRIYANI, S.Pd,  Pangkat dan Golongan Penata Muda – III/a menyusun SKP awal tahun dengan rincian sebagai berikut

  1. Melaksanakan proses pembelajaran dengan kriteria PKG Baik
  2. Menjadi wali kelas
  3. Membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler.
  4. Mengikuti Diklat Fungsional lamanya antara 30 s/d 80 jam
  5. Menjadi peserta pada kegiatan ilmiah
  6. Sebagai Pengawas Ujian Penilaian dan Evaluasi terhadap Proses dan Hasil Belajar Tingkat Sekolah dan Nasional
  7. Menjadi Anggota Organisasi Profesi Sebagai Anggota Aktif

 

Cara Menyusun SKP tersebut sebagai berikut :

Unsur Utama

  1. Melaksanakan proses pembelajaran dengan kriteria PKG Baik dengan Nilai PKG 10.50
  2. Menjadi wali kelas dihitung 5% dari PKG Baik 10.50
  3. Membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dihitung 2% dari PKG Baik 10.50

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan

  1. Mengikuti Diklat Fungsional lamanya antara 30 s/d 80 dengan Nilai 1 Ak
  2. Menjadi peserta pada kegiatan ilmiah dengan Nilai 0.1 Ak

Unsur Penunjang

  1. Sebagai Pengawas Ujian Penilaian dan Evaluasi terhadap Proses dan Hasil Belajar Tingkat Sekolah dan Nasional dengan Nilai 0.08 Ak
  2. Menjadi Anggota Organisasi Profesi Sebagai Anggota Aktif dengan Nilai 1 Ak

 

Angka Kredit yang terdapat dalam SKP adalah hasil antara perkalian Target dengan Butir Kegiatan. Butir kegiatan nya dengan PKG baik adalah 10.50 dan target dalam satu tahun adalah 1 Laporan PKG maka AKnya adalah 1 x 10.50 = 10.50.  Sebagai Pengawas Ujian Penilaian dan Evaluasi terhadap Proses dan Hasil Belajar Tingkat Sekolah dan Nasional Ak pada butir kegiatan adalah 0.08 dengan target 4 kali dalam setahun maka unutk mencari AKnya adalah 4 x 0.08 = 0.32. hasil dari pencarian AK tersebut dimasukan kedalam kolom bertuliskan AK dalam format SKP.

Unsur Utama karena Angka Kreditnya terdiri dari paket-paket maka harus diketahui terlebih dahulu berapa target nilai PKG nya dalam satu tahun. Untuk mengetahui pembagian persen-persen tersebut seorang gur harus mengetahui dan memiliki pedoman penilai PKG Guru. Angka Kredit dari butir kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dan Unsur Utama sesuai dengan Angka Kredit yang ada pada Permenpan Nomor 16 tahun 2009. Ouput yang tertuang dalam SKP seperti Laporan PKG, Sertifikat dan SK disesuaikan dengan Bukti Fisik seperti yang tercantum pada Permenpan Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

 

INDEX  PANGKAT UNTUK GURU MATA PELAJARAN/KELAS/BK

KRITERIA GOLONGAN
III/a III/b III/c III/d IV/a IV/b IV/c IV/d
Amat Baik 13.12 11.87 25.31 24.37 37.18 37.18 36.25 48,44
Baik 10.50 9.50 20.25 19.50 29.75 29.75 29.00 38,75
Cukup 7.87 7.12 15.18 14.62 22.31 22.31 21.75 29,06
Sedang 5.25 4.75 10.12 9.75 14.87 14.87 14.50 19,38
Kurang 2.62 2.37 5.06 4.87 7.43 7.40 7.25 9,69

 

TABEL PEMBAGIAN PERSEN DALAM PENGHITUNGAN PKG

2 PEMBELAJARAN/

BIMBINGAN

Proses pembelajaran Melaksanakan pembelajaran Paket Laporan Penilaian Kinerja
Proses pembimbingan Melaksanakan pembimbingan Paket Laporan Penilaian Kinerja
Tugas lain yang relevan Menjadi Kepala Sekolah Paket(75%) Laporan Penilaian Kinerja
Menjadi Wakil Kepala Sekolah/Madrasah per tahun Paket(50%) Laporan Penilaian Kinerja
Menjadi ketua program keahlian/program studi atau yang sejenisnya Paket(50%) Laporan Penilaian Kinerja
Menjadi kepala perpustakaan Paket(50%) Laporan Penilaian Kinerja
Menjadi kepala laboratorium, bengkel, unit produksi atau yang sejenisnya Paket(50%) Laporan Penilaian Kinerja
Menjadi pembimbing khusus pada satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan inklusi, pendidikan terpadu atau yang sejenisnya Paket(5%) Laporan Penilaian Kinerja
Menjadi wali kelas Paket(5%) Laporan Penilaian Kinerja
Menyusun kurikulum pada satuan pendidikannya Paket(2%) Laporan Penilaian Kinerja
Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap  proses dan hasil belajar. Paket(2%) Laporan Penilaian Kinerja
Membimbing guru pemula dalam program induksi Paket(2%) Laporan Penilaian Kinerja
Membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler Paket(2%) Laporan Penilaian Kinerja
Menjadi pembimbing pada penyusunan publikasi ilmiah dan karya inovatif Paket(2%) Laporan Penilaian Kinerja
Melaksanakan pembimbingan pada kelas yang menjadi tanggungjawabnya (khusus Guru Kelas) Paket(2%) Laporan Penilaian Kinerja

 

PENYUSUNAN SKP GURU

FORMULIR SASARAN KERJA
PEGAWAI NEGERI SIPIL
NO I. PEJABAT PENILAI NO II. PEGAWAI NEGERI SIPIL YANG DINILAI
1 Nama EFRY YENNY, S.Pd 1 Nama AIDA FITRIYANI, S.Pd
2 NIP 19720208 199403 2 001 2 NIP 19800814 200604 2 009
3 Pangkat/Gol.Ruang Pembina – IV/a 3 Pangkat/Gol.Ruang Penata Muda – III/a
4 Jabatan Kepala Sekolah 4 Jabatan Guru Pertama
5 Unit Kerja SDN 04 BUKIT APIT PUHUN 5 Unit Kerja SDN 04 BUKIT APIT PUHUN
NO III. KEGIATAN TUGAS JABATAN AK TARGET
KUANT/OUTPUT KUAL/MUTU WAKTU BIAYA
Unsur Utama
1 Melaksanakan Proses Pembelajaran 10.50 10.50 1 Laporan PKG 100 12 Bln  –
2 Menjadi Wali Kelas 0.53 0.53 1 Laporan PKG 100 12 Bln  –
3 Membimbing Siswa Dalam Kegiatan Ekstrakurikuler 0.21 0.21 1 Laporan PKG 100 12 Bln  –
PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN
4 Mengikuti Diklat Fungsional lamanya antara 30 s/d 80 jam 1 3 3 Sertifikat 100 12 Bln  –
5 Menjadi peserta pada kegiatan ilmiah 0.1 0.2 2 Surat keterangan dan laporan per
kegiatan
100 12 Bln
UNSUR PENUNJANG
6 Sebagai Pengawas Ujian Penilaian dan Evaluasi terhadap Proses dan Hasil Belajar Tingkat Sekolah dan Nasional 0.08 0.32 4 SK 100 12 Bln  –
7 Menjadi anggota organisasi profesi, sebagai Pengurus Aktif 1 3 3 SK 100 12 Bln  –
Bukittinggi ,  02 Januari 2014
Pejabat Penilai, Pegawai Negeri Sipil Yang Dinilai
HENDROYONO, S.Pd,M.MPd  

SRI SUHARTATIK, S.Pd

19731020 199802 1 001 19680424 199601 2 001

SMPN 1 WARU PAMEKASAN ©2019. All Rights Reserved.
Powered by WordPress. Theme by Phoenix Web Solutions