Uncategorized – SMPN 1 WARU PAMEKASAN
 

Kategori: Uncategorized


Mulai tahun 2017-2018, pemerintah menetapkan sistem zonasi untuk penerimaan siswa baru, alias hanya menerima siswa yang berdomisili sesuai zona wilayah sekolahnya. Ini supaya nggak ada segelintir sekolah yang dianggap favorit dan jadi tujuan semua siswa.  Alasan lain, adalah agar semua siswa tertampung, nggak ada yang disisihkan.

Zonasi ini merupakan upaya pemerataan pendidikan. Kebayang ‘kan, kalau hanya beberapa sekolah yang jadi incaran siswa dari berbagai wilayah? Ujung-ujungnya yang nilainya bagus akan masuk sekolah tertentu sehingga standar nilai (UN) untuk masuk ke situ tinggi. Sebaliknya, kemungkinan besar ada juga sekolah yang ujung-ujungnya menerima siswa dengan nilai cenderung minim. Alhasil, ada sekolah favorit dan non favorit.

“Semua sekolah harus jadi sekolah favorit. Semoga tidak ada lagi sekolah yang mutunya rendah,” ujar Pak Muhadjir Effendy. Lebih jelas tentang sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) bisa kamu baca berikut ini.

Serba-Serbi Zonasi

* Sistem zonasi ini berlaku mulai tahun ajaran 2017-2018 berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan no. 17 tahun 2017.

* Intinya, calon siswa hanya bisa mendaftar di sekolah berdasarkan zonanya, dilihat dari alamat Kartu Keluarga. Misalnya, rumah kamu di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Nah, kamu hanya bisa mendaftar di sekolah yang meliputi zona Pasar Minggu. Zona-nya sendiri diatur oleh masing-masing pemerintah daerah.

zonasi penerimaan siswa baru

* Pembagian zona sekolah sendiri ditentukan oleh dinas pendidikan provinsi.

* Jadi semua harus berdasarkan zona, nih? Hampir semua, alias 90 persen siswa harus berasal dari alamat yang satu zona dengan sekolah tersebut. Ada juga sih, jalur prestasi yang berasal dari alamat mana saja, tapi cuma 5 persen. Sedangkan sisa 5 persen buat siswa yang pindah domisili.

* Sistem Zonasi berlaku di tingkat SD, SMP, dan SMA Negeri. Untuk SMK, nggak diberlakukan sistem ini. Jadi yang berencana masuk SMK, bebas mendaftar di mana saja, sesuai dengan minatnya. Ini mungkin karena SMK menawarkan program kejuruan yang berbeda-beda. Sehingga belum tentu SMK dengan jurusan tertentu tersebar merata di semua zona.

* Pertimbangan dalam  menentukan diterimanya peserta didik SMA adalah:

1. Jarak tempat tinggal ke sekolah, yang harus sesuai dengan ketentuan zonasi

2. Usia yang sesuai

3. Sertifikasi Hasil Ujian Nasional

4. Prestasi di bidang akademik dan non-akademik (sesuai dengan kebijakan masing-masing daerah). Ini untuk jalur prestasi.

Plus-Minus Zonasi

(+)

* Jarak rumah ke sekolah relatif nggak jauh. Zaman SMA, banyak banget teman yang rumahnya jauh dari sekolah, termasuk saya sendiri. Nggak jarang lho, siswa tinggal di pinggir kota yang beda provinsi dengan sekolahnya yang berlokasi di tengah kota. Bahkan, ada yang sempat ngekos segala.

* Siswa dengan nilai UN tinggi lebih menyebar ke berbagai sekolah. Di tiap kota, biasanya ada sekolah-sekolah yang jadi favorit. Siswa berlomba-lomba masuk ke sana, sehingga pelajar best of the best berada di sekolah incaran tersebut. dengan berlakunya sistem zonasi, pesebaran siswa akan lebih merata.

* Kesempatan masuk SMP yang sesuai zona tempat tinggal kamu akan semakin terbuka, karena nggak perlu saingan dengan calon siswa dari  daerah lain.

* Menampung lebih banyak pelajar. Dengan penerapan zonasi ini, diharapkan pelajar yang nilai UN-nya kurang bagus, tetap dapat kesempatan untuk diterima di sekolah dalam zonanya. Sehingga nggak ada lagi calon siswa yang kebingungan nyari sekolah.

(-)

* Pilihan SMP terbatas zona. Jika SMP idaman kamu berada di kawasan berbeda dengan tempat tinggalmu, kemungkinan besar kamu nggak bisa masuk sekolah tersebut.

* Motivasi UN bisa jadi berkurang. Selama ini pelajar berlomba-lomba mengejar nilai UN agar bisa masuk SMP terbaik. Tahun ini, pertimbangan utamanya adalah domisili kamu.

* Nilai masuk ke SMP favorit bisa jadi menurun. Padahal selama ini sekolah favorit tersebut menjadi acuan.

* Di sisi lain, misi pemerataan pendidikan memang baik. Tapi rasanya sekadar sistem zonasi nggak cukup memberi solusi. Harus ada langkah konkret  lainnya, seperti meningkatkan fasilitas sekolah, kemampuan guru, kualitas pendidikan, dan sebagainya.

Jalur Reguler VS Prestasi

Secara umum,  Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ada yang melalui jalur prestasi dan ada juga yang melalui jalur reguler.

Jalur Prestasi

* Jalur prestasi bisa diikuti pelajar yang berprestasi. Penilaian dan kriteria prestasi berdasarkan ketetapan pemerintah provinsi.

Misalnya, untuk peserta jalur prestasi di Jakarta, harus pernah juara kompetisi tingkat internasional dan nasional (peringkat 1,2,3) atau juara pertama di tingkat provinsi. Sedangkan di Yogyakarta harus prestasi bidang Seni atau Olahraga.

* Hanya bisa memilih satu pilihan sekolah, tapi pilihannya bisa di mana saja.

Youthmanual

Jalur reguler

* Memilih sekolah berdasarkan zona yang sesuai dengan domisili.  Ada 3 Pilihan SMA

* Kriteria Penilaian antara lain

  1. Nilai rata-rata hasil UN
  2. Urutan pilihan sekolah
  3. Perbandingan UN yang lebih besar, dengan urutan:
    1. Bahasa Indonesia
    2. Matematika
    3. Bahasa Inggris
    4. Ilmu Pengetahuan Alam
  4. Umur calon peserta didik baru

Pelaksanaan Sistem Zonasi

Tahun ajaran 2017/2018 menjadi awal diterapkannya sistem zonasi secara nasional dalam penerimaan peserta didik baru. Aturan zonasi sempat berlaku tahun 2013 lalu. Tapi kuota untuk yang sesuai zona hanya 45 persen. Jadi bisa tetap mendaftar di zona lain.

Youthmanual mencoba menelusuri pelaksanaan zonasi tahun ini, dengan contoh kasus Jakarta. Agak membingungkan juga sih, melihat pembagiannya. Jadi DKI Jakarta dibagi menjadi 6 zona. Tapi satu sekolah bisa termasuk ke dalam beberapa zona. Misalnya, SMAN 8 Jakarta masuk ke dalam zona 1,2, dan 3. Sementara SMAN 28 Jakarta masuk ke zona 1,2,3,4,5. Berarti berbagai zona bisa memilih SMA yang sama. Dengan demikian, konsep pemilihan sekolah berdasarkan domisili ini masih agak rancu.

Kemudian prosedur dan langkah-langkahnya termasuk syarat dan periode penerimaan tergantung kebijakan masing masing dinas pendidikan. Di Jakrta pendaftaran dimulai 15 Juni dan pengumuman 17 Juni,sedangkan di DIY Yogyakarta pendaftaran baru berlangsung 5-7 Juli.

Di sisi lain, sistem penerimaan peserta didik baru tahun ini diusahakan setransparan dan seadil mungkin. Proses pendaftaran, kapasitas, dan penerimaan yang bisa langsung diakses secara online di situs siap-ppdb.

Untuk yang baru mau masuk SMA, semoga berhasil!

(sumber gambar: siap-ppdb, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)


Masa libur sekolah telah usai, bagi anak yang baru masuk sekolah merupakan waktu-waktu yang menegangkan karena meraka akan berada dilingkungan sekolah yang baru sehingga mereka harus menyesuaikan dengan teman-teman, guru dan lingkungan sekolah baru. begitu juga yang terjadi di SMP Negeri 1 Waru Pamekasan.

Dalam rangka untuk membantu anak-anak didiknya dalam bersosialisi dilingkungan yang baru SMP Negeri 1 Waru mengadakan MOS yaitu masa Orentasi Siswa dengan dikemas dengan berbagai kegiatan yang membatu siswa/i baru untuk lebih mengenal teman-temannya, lingkungan, pelajaran serta keberanian diri.

Kegiatan MOS ini diantaranya belajar bersama, olahraga gembira , berkenalan, ibadah bersama, materi pendidikan karakter. Khusus untuk materi  Dampak Narkoba dan Tertib Lalu Lintas, SMP Negeri 1 Waru bekerja sama dengan Polsek Waru. Untuk materi Kesadaran Berbangsa dan Bernegara bekerja sama dengan Koramil Waru.

Selamat berlajar anak-anak di SMPN 1 Waru semoga jadi anak cerdas, sholeh dan sholeha serta sukses didunia dan akhirat…

“Anak adalah investasi  untuk negara ini, anak yang HEBAT adalah anak yang berguna bagi orang tua, agama dan bangsa, mari berikan yang terbaik untuk anak kita !!!”

 

INFORMASI PRA MOS DAN MOS

Pra MOS dilaksanakan pada 15 Juli 2017
MOS dilaksanakan pada tanggal 17-19  Juli 2017
Tema : Pengenalan Lingkungan Sekolah dan Pendidikan Karakter

  1. Agenda Pra MOS
    Sabtu 15 Juli 2017 : Acara akan dilaksanakan mulai pukul 07.30 – selesai
  2. Pengarahan tentang Tata Krama dan Tata Tertib Sekolah
  3. Penertiban Siswa Baru
  4. Pengaturan Tempat
  5. Pengarahan MOS
  6. Pembagian Buku Panduan MOS
  7. Latihan Upacara
  8. Pakaian Peserta
    Pakaian peserta saat Pra MOS:
    1. Memakai seragam SD
    2. Sepatu yang digunakan berwarna hitam dengan kaos kaki putih polos.
  9. Pakaian peserta saat MOS :
    1. Baju atas putih bawah pramuka.
    2. Untuk yang kerudung, gunakan kerudung warna putih polos.
    3. Menggunakan belt atau ikat pinggang berwarna hitam.
    4. Sepatu yang dipergunakan berwarna hitam dan kaos kaki putih polos.
  10. Kartu peserta MOS disediakan panitia
  11. Peserta, saat Pra MOS dan MOS diharuskan membawa buku untuk mencatat hal-hal yang dianggap perlu dan peserta juga diharapkan membawa alat ibadah dan membawa obat pribadi.

PETUNJUK TEKNIS MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH (MPLS) SMPN 1 WARU PAMEKASAN

TAHUN PELAJARAN 2017/2018

 

  1. LATAR BELAKANG

Setiap jenjang memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan jenjang pendidikan sebelumnya, kekhususan ini merupakan hal yang wajar dan memang harus dilalui. Hal  tersebut di karenakan adanya perbedaan cara-cara penyampaian bahan pembelajaran dan materi pendidikan yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan pertumbuhan fisik dan mental psikologis peserta didik. Adanya cirri khusus pada setiap jenjang pendidikan menyebabkan beberapa kebiasaan belajar  yang dikembangkan di jenjang sebelumnya perlu disempurnakan dan diubah dengan cara belajar  yang  baru yaitu pembelajaran  yang  aktif, inovatif, kreatif,  efektif, dan menyenangkan sesuai perkembangan fisik dan mental psikologis peserta didik. Berkenan hal tersebut,  maka penyelenggaraan  MPLS perlu dilaksanakan dalam rangka memberikan pengenalan mengenai lingkungan sekolah  yang menjadi pilihannya untuk menuntut ilmu, sekaligus sebagai upaya mengenalkan peserta didik baru dengan lingkungan barunya.

 

  1. DASAR
  2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2009 tentang Standar pengelolaan Pendidikan;
  5. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan;
  6. Surat Edaran Dirjen Dikdasmen Nomor 220/C/MN/2008 tanggal 18 Januari 2008 tentang kegiatan MPLS

 

  1. TUJUAN
  2. Membentuk karakter peserta didik dalam rangka mempertebal semangat nasionalisme;
  3. Memberikan kesan kepada peserta didik tentang kesan positif dan menyenangkan terhadap lingkungan pendidikan barunya;
  4. Membantu peserta didik baru untuk mengenal lebih dekat dengan lingkungan pendidik di SMPN 1 Waru sehingga tercipta iklim akademik yang kondusif;
  5. Memahami kehidupan sekolah yang  baru, terutama bagi peserta didik baru dalam upaya pengenalan dan pelaksanaan Wawasan Wiyata Mandala;
  6. Memotivasi peserta didik baru agar tumbuh dan memiliki kepercayaan diri sehingga mempunyai keberanian mengungkapkan pendapat serta aktif dalam kegiatan yang positif dan kontruktif;
  7. Menanamkan rasa bangga peserta didik baru terhadap almamaternya, sehingga akan timbul rasa memiliki, dan mampu berinteraksi dengan berbagai unsure dan komponen sekolah yang pada akhirnya akan berimbas pula terhadap pemahaman untuk melaksanakan semua aturan dan norma yang diterapkan di sekolah dengan

 

  1. SASARAN

Adalah diperuntukan bagi peserta didik baru SMPN 1 Waru dengan mengikut sertakan siswa yang lain, Kepala Sekolah, dan Guru, serta Staf Karyawan sekolah.

 

  1. PRINSIP-PRINSIP PENYELENGGARAAN MPLS
  2. Penanggung jawab MPLS adalah Kepala

Penanggung jawab teknis/lapangan :

  • SMP adalah Kepala Sekolah,
  1. Hari-hari pertama masuk sekolah selama 3 (tiga) hari diisi dengan kegiatan MPLS bagi peserta didik SMP diisi kegiatan pengenalan lingkungan dalam bentuk kegiatan yang bersifat edukatif dan konstruktif serta tidak diperbolehkan mengarah pada kegiatan destruktif dan atau kegiatan yang dapat merugikan peserta didik baik secara fisik maupun
  2. Kegiatan MPLS harus dilandasi prinsip mudah, murah, menyenangkan, massal, meriah, dan
  3. Penyampaian materi dalam MPLS seminimal mungkin menggunakan metode ceramah, dan tidak diperbolehkan melakukan perpelocoan dalam bentuk
  4. Penyelenggaraan MPLS bersifat fleksibel sesuai dengan kondisi sekolah yang mendasarkan pada ketentuan sebagaimana prinsip penyelenggaraan nomor 1, 2 dan 3.
  5. Setelah penyelenggaraan kegiatan MPLS selesai, sekolah wajib melaporkan :

Kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan.

 

  1. TEMA MPLS :

“PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH DAN PEMBINAAN KARAKTER”

  1. MATERI
  2. MateriWajib :
  3. Tertib lalu lintas
  4. Kesadaran Berbangsa dan Bernegara
  5. Cara Belajar Efektif
  6. Prilaku Hidup Bersih dan Sehat
  7. Materi Tata Krama Siswa
  8. Pendidikan Karakter
  9. Wawasan Wiyatamandala
  10. Dampak Narkoba dan pergaulan bebas
  11. Pengertian Kepramukaan

 

  1. WAKTU

Pelaksanaan MPLS adalah            :

Hari, tanggal                                 : Senin-Rabu, 17,18,19Juli 2017

Waktu                                           : Pukul 07.30 s.d 12.00 WIB (maksimal)

 

  1. LAIN-LAIN

Selama kegiatan  MPLS berlangsung, Kepala Sekolah dibantu Kepala Urusan Kesiswaan, harus memantau, mengendalikan, dan bertanggung jawab terhadap kegiatan tersebut didasarkan pada prinsip-prinsip penyelenggara MPLS. Apabila ada pelanggaran pelaksanaan MPLS oleh sekolah, maka akan diberi sanksi sesuai aturan yang berlaku.

 

  1. PENUTUP

Pedoman MPLS ini merupakan upaya untuk memberikan kemudahan dan kelancaran pelaksanaan kegiatan di sekolah-sekolah dan menyesuaikan situasi dan kondisi masing-masing sekolah. Semoga dengan kegiatan MPLS tahun 2017 ini dapat membantu sekolah dalam rangka Penguatan Kurikulum 2013 dalam rangka membangun pendidikan karakter guna menyiapkan generasi unggul.

 

Semoga Allah subhanahuwata’alaTuhan Yang Maha Esa selalu meridhoi kerja kita. Aamiin

 

 

 

Pamekasan,     Juli 2017

KepalaSekolah

 

 

Hendroyono, S.Pd

NIP, 197310201998021001

 

 

 

SUSUNAN PANITIA MASA ORIENTASI SISWA (MOS)

TAHUN PELAJARAN 2017/2018

 

 

Penannggungjawab  : Hendroyono, M.MPd

Ketua Panitia             : Mujiono, S.Pd

Wakil                          : Ali Baki Aman, S.Pd

Sekretaris                   : Amirul surya Fathoni, S.Pd

Bendahara                  : Zulfan, M.MPd

 

 

Seksi Bidang :

Seksi Bidang Acara

-Rakhim Supriyady, S.Pd

-Sucipto, S.Pd

Seksi Bidang Perlengkapan

-Suyanto, S.Pd

Seksi Bidang Kedisiplinan

-Hamsawi, S.Pd

SMPN 1 WARU PAMEKASAN ©2019. All Rights Reserved.
Powered by WordPress. Theme by Phoenix Web Solutions