Laman 2 – SMPN 1 WARU PAMEKASAN
 
  1. Jenis Pelayanan : PPDB
  1. a. Proses Penyampaian Pelayanan (Service Delivery)
No. Komponen Uraian
1. Persyaratan

1.    Fc. Ijazah/SKHU

2.    Fc. Raport (Kls IV sd VI)

3.    Fc. KK dan Akta Kelahiran

4.    Form Pendaftaran

5.    Pas Foto Terbaru ukuran 3×4 cm sebanyak 4 lembar

2. Sistem, mekanisme dan prosedur

1.    Pembentukan Panitia PPDB

2.    Penyusunan Juklak PPDB

3.    Rapat Koordinasi Panitia PPDB

4.    Sosialisasi PPDB ( Pembagian Brosur )

5.    Pelaksanaan PPDB

  1. Pengisian formulir
  2. Penyetoran formulir dan persyaratan
  3. Ceklist Persyaratan
  4. Input Data Pada Aplikasi
  5. Pengumuman kelulusan

6.    Laporan ke Dinas Pendidikan Kab. Pamekasan

 

3. Jangka waktu pelayanan 2 Minggu
4. Biaya / tarif Gratis
5. Produk Pelayanan Jasa
6. Penanganan Pengaduan, saran dan masukan
  • Kotak saran : Di tempel di dinding
  • Email : smpnegeri1warupamekasan@gmail.com
  • Telepon : (0324)510263
  • WA : 081938070333
  • Buku register pengajuan

 

 

  1. Proses Pengelolaan Pelayanan di Internal Organisasi (Manufacturing)
No. Komponen Uraian
1. Dasar hukum

1.     Undang-Undang Nomor : 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

2.     Peraturan Pemerintah Nomor : 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional

3.     Peraturan Pemerintah Nomor : 47 Tahun 2008 tentang Wajib Belajar.

4.     Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.

5.     Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 17 Tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan, atau Bentuk lain yang sederajat.

6.     Peraturan Gubernur Jawa Timur nomor : 23 Tahun 2017 tentang Pedoman Pelaksanaan Penerimaan Peserta didik Baru Sekolah Menengah Atas, Sekolah  Menengah Kejuruan dan Sekolah Luar Biasa.

 

2. Sarana dan prasarana

 

 

–       ATK

–       Komputer

–       Printer

–       Jaringan Internet

3. Kompetensi pelaksana

–       SMA sederajat

–       Sarjana semua jurusan

4. Pengawasan Internal

–       Pengawas Sekolah

–       Dinas Pendidikan

–       Inspektorat Kabupaten

5. Jumlah Pelaksana 10 orang (internal sekolah)
6. Jaminan Pelayanan

 

 

Jaminan Pelayanan tertuang dalam maklumat Pelayanan :

 

DENGAN INI, KAMI MENYATAKAN SANGGUP MENYELENGGARAKAN PELAYANAN SESUAI STANDAR PELAYANAN YANG TELAH DITETAPKAN DAN APABILA TIDAK MENEPATI JANJI INI, KAMI SIAP MENERIMA SANKSI SESUAI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU”

7. Jaminan keamanan dan keselamatan pelayanan  

Apabila pelayanan tidak sesuai dengan standart pelayanan akan diberikan pelayanan khusus bagi pengguna layanan.

8. Evaluasi kinerja pelaksana Setiap Minggu sekali

Akhir Pelaksanaan

 

  1. Jenis Pelayanan : Motivasi Medali Bergilir Untuk Meningkatkan Prestasi Siswa (MODAL GISI)
  1. a. Proses Penyampaian Pelayanan (Service Delivery)
No. Komponen Uraian
1. Persyaratan 1.    Siswa SMPN 1 Waru yang masih aktif

2.    Fc. Kartu Pelajar

 

2. Sistem, mekanisme dan prosedur 1.    Pembentukan Panitia Modal Gisi

2.    Penyusunan Proposal Modal Gisi

3.    Rapat Koordinasi Panitia Modal Gisi

4.    Sosialisasi Modal Gisi kepada Guru dan Siswa

5.    Pelaksanaan Modal Gisi

6.    Penyerahan medali pada saat Upacara

 

3. Jangka waktu pelayanan 2  Jam
4. Biaya / tarif Gratis
5. Produk Pelayanan Jasa
6. Penanganan Pengaduan, saran dan masukan
  • Kotak saran : Di tempel di dinding
  • Email : smpnegeri1warupamekasan@gmail.com
  • Telepon : (0324)510263
  • WA : 081938070333

 

 

 

  1. Proses Pengelolaan Pelayanan di Internal Organisasi (Manufacturing)
No. Komponen Uraian
1. Dasar hukum 1.     Undang-Undang Nomor : 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

2.     Peraturan Pemerintah Nomor : 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional

3.     Peraturan Pemerintah Nomor : 47 Tahun 2008 tentang Wajib Belajar.

4.     Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.

5.     Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah

6.     Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 34 Tahun 2006 tentang Pembinaan Prestasi Peserta Didik;

2. Sarana dan prasarana

 

 

–       ATK

–       Komputer

–       Printer

–       Sarana Olah Raga

3. Kompetensi pelaksana –       SMA sederajat

–       Sarjana semua jurusan

4. Pengawasan Internal –       Pengawas Sekolah

–       Dinas Pendidikan

–       Inspektorat Kabupaten

5. Jumlah Pelaksana 12 orang (internal sekolah)
6. Jaminan Pelayanan

 

 

Jaminan Pelayanan tertuang dalam maklumat Pelayanan :

 

DENGAN INI, KAMI MENYATAKAN SANGGUP MENYELENGGARAKAN PELAYANAN SESUAI STANDAR PELAYANAN YANG TELAH DITETAPKAN DAN APABILA TIDAK MENEPATI JANJI INI, KAMI SIAP MENERIMA SANKSI SESUAI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU”

7. Jaminan keamanan dan keselamatan pelayanan  

Apabila pelayanan tidak sesuai dengan standart pelayanan akan diberikan pelayanan khusus bagi pengguna layanan.

8. Evaluasi kinerja pelaksana Setiap Minggu sekali

Akhir Pelaksanaan

 

A. PENDAHULUAN

Sains, dan Seni adalah bidang-bidang non-olahraga yang sangat penting dalam kehidupan seseorang terutama di kehidupan zaman sekarang. Sains di zaman sekarang adalah penyokong hidup. Dengan berkembangnya sains berkembanglah tekonologi. Sains telah mendorong kemajuan pesat kehidupan manusia. Seiring dengan berkembangnya sains, kehidupan manusia semakin mudah dan terbantu, mulai dari hal-hal kecil hingga hal-hal besar zaman sekarang sangat sulit dipisahkan dengan keberadaan sains. Bahkan keberadaan ilmu sains dan teknologi telah berkembang sehingga dapat menolong jiwa manusia lewat ilmu kedokteran dan juga membangun dan membuat sesuatu yang diluar logika manusia pada umumya.

Selain sains, seni adalah bidang yang juga sangat penting didalam kehidupan manusia. Sains yang dalam kehidupan lebih menggunakan otak kiri perlu diseimbangkan dengan keberadaan seni lewat musik, tari, serta kesenian lainnya seperti melukis yang didominasi otak kanan. Kesenian ini dalam kehidupan siswa sering kali dituangkan dalam bakat-bakat menyanyi dan melukis. Kesenian yang mengutamakan perasaan dan kreatifitas dapat menjadi kompetensi lain selain logika yang dikembangkan di sains.

Atas dasar kedua kompetensi tersebut, kami, Organisasi Siswa Intra Sekolah SMP Neegri 1 Waru Pamekasan menyelenggarakan suatu lomba Matematika IPA Competition, lomba karaoke lagu daerah, baca puisi, melukis  dan mewarnai.

Dengan adanya kegiatan ini kami berharap dapat mengingatkan kita akan tujuan pembangunan Nasional akan kemajuan di bidang pendidikan dan seni khususnya di wilayah Pantura Kab. Pamekasan.

B. LANDASAN KEGIATAN

Adapun landasan kegiatan yang kami gunakan antara lain :

  1. Pasal 32 tentang Pendidikan.
  2. Tujuan Pendidikan Nasional.
  3. Program Sekolah SMP Negeri 1 Waru
  4. Program kerja OSIS SMP Negeri 1Waru 2017-2018.

C. DASAR PEMIKIRAN

  1. SMPN 1 Waru sebagai bagian, sarana pendidikan dan milik dari masyarakat wilayah Pantai Utara (Pantura) Kab. Pamekasan
  2. SMPN 1 Waru Pamekasan merupakan lembaga pendidikan yang bergerak dalam bidang pendidikan yang berorentasi pada ilmu pengetahuan dan teknologi.
  3. Dalam era globalisasi ini diperlukan tenaga-tenaga yang mahir, handal, berbakat, kreatif dan inovatif serta kompeten, sehingga dapat meningkatkan dan mengharumkan nama Bangsa Indonesia dalam dunia Pendidikan, bidang sosial budaya baik di tingkat lokal, nasional ataupun dunia Internasional.
  4. Diperlukan suatu wadah untuk memacu kemampuan siswa dalam berkompeten serta menyalurkan bakat dan minat siswa terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

D. MAKSUD DAN TUJUAN

  1. Untuk meningkatkan peran SMP Negeri 1 Waru dalam mewujudkan Tujuan Pendidikan Nasional di Kabupaten Pamekasan.
  2. Meningkatkan kompetensi siswa SD/MI, PAUD, dan TK/RA dalam mengahadapi kemajuan teknologi yang bergerak dan berubah maju dengan pesat.
  3. Pembentukan kelas unggulan yang merupakan progam SMP Negeri 1 Waru sebagai SEKOLAH STANDAR NASIONAL (SSN)

E. BENTUK DAN SASARAN KEGIATAN

  1. Bentuk kegiatan yaitu :

Matematika Ipa Competetion (MIC), lomba karaoke lagu daerah, baca puisi, melukis  dan mewarnai  Se-Madura.

  1. Sasaran kegiatan pada kegiatan tersebut adalah sebagai berikut :
  • Pelajar SD/MI Se-Madura
  • PAUD dan Tk/RA Se-Madura

F. TEMA KEGIATAN

Tema Kegiatan ini adalah :

CERDAS, TERAMPIL, KREATIF, dan KOMPETITIF untuk MERAIH PRESTASI TERBAIK  Melalui SMP N 1 Waru Sebagai Pusat Pendidikan di Wilayah Pantura”

 G. PELAKSANAAN KEGIATAN

Pelaksana kegiatan ini adalah seluruh guru dan karyawan/staf TU serta semua pengurus OSIS SMP Negeri 1 Waru.

Sekretariat            : Jl. Raya Tamberu Waru SMP Negeri 1 Waru

Pamekasan 69353 Telp. (0324) 510263.(Hp. 082334972553)

F. PELAKSANAAN

  1. M I C (Matematika, IPA Competetion)

Hari, Tanggal              : Sabtu 24 Maret 2018

Tempat                        : SMP N 1 Waru Pamekasan

  1. Lomba karaoke lagu daerah, baca puisi, melukis dan mewarnai  Se-Madu

Hari, Tanggal   : Minggu, 25 Maret 2018

Tempat                        : SMP N 1 Waru Pamekasan

I. KEPANITIAAN

Susunan kepanitiaan sebagaimana terlampir

J. PUBLIKASI  

  1. Sepanduk
  2. Baleho
  3. Selebaran

K. SUMBER DANA

Adapun sumber dana dari kegiatan ini antara lain:

  1. Dana di lingkungan SMP Negeri 1 Waru
  2. Kas Bulanan OSIS
  3. Peserta Matematika IPA Competetion ( M I C ),Donatur dan sponsorship.

L. ANGGARAN DANA

Seluruh kegiatan ini membutuhkan TOTAL DANA KESELURUHAN yang dihimpun oleh panitia sebesar Rp. 6.760.000

Terbilang : ENAM JUTA TUJUH RATUS ENAM PULUH RIBU RUPIAH

Dengan Rincian Terlampir.

M. PENUTUP

Demikian prooposal kegiatan ini kami buat, sebagai wujud dari Program Kerja OSIS untuk meningkatkan prestasi SMP Negeri 1 Waru. Kegiatan ini tidak akan tercapai jika tidak ada bantuan baik moril dan material dari semua pihak, terutama yang peduli terhadap dunia pendidikan serta kemajuan generasi bangsa saat ini.

Kami selaku panitia pelaksana mengucapkan terima kasih pada semua pihak, atas partisipasinya dalam menyukseskan semua kegiatan. Semoga yang Maha Kuasa membalas amal kebaikan kita semua. Amien.

 

LAMPIRAN 1

SUSUNAN PANITIA

KEGIATAN MIC PLUS 2018

Pembina                                  : HENDROYONO . S.Pd.(Kepala Sekolah)

Penasehat                                : Abdul. Hamid Saleh (ketua komite)

Penanggung jawab                  : Drs. Moh. Zainuddin

Ketua                                 : Achmad Kuasairi S.Pd

Wakil Ketua                      : Ali Baki Aman, S.Pd

Sekretaris                           : Dwi Yuliantoning C, S.Pd

Bendahara                         : Zulfan S.Pd

Koordinator Lomba Matematika :

Ketua         : Siti Latifatur Rahmah, S.Pd

  • Sucipto, S.Pd
  • Rakhim Supriyadi.S.Pd
  • Amirul Surya Fatoni. S.Pd

Koordinator Lomba IPA :

Ketua       : Zulfan, S.Pd

  • Sri Suhartatik S.pd
  • Lutfatul Jannah S.Pd
  • Rifqi BefuriraS.Pd

Koordinator Lomba Lukis Mewarnai :

Ketua       : Ali Baki , S.Pd

  • Abdu Kadir S.Pd

SEKSI-SEKSI

  • Kesekretariatan
    • Kordinator : Dwi Yuliantoning C  Pd
    • Anggota : Viqi Alfianto
  • Alfi Fachriansyah
  • Eka Oktavisn Putri
  • KHolisna Istighfaroni

 

  • Hubungan Masyarakat (HUMAS)
    • Kordinator :Mujiono S.Pd dan Hermanto. S,Pd.I
    • Anggota : Faris Ahmad Fauzi M
  • Farid Ahmad Ashari Putra
  • Icha Berlian S
  • Moh Sulton afriza
  • Allisa Firda Ayuni
  • Nur Aini
  • PUBDEDOK
    • Kordinator : Suyanto S. Pd dan Hamsawi, S.Pd
    • Anggota : Moh Rafli Kurnia
  • Irfansyah
  • Rifqi Wahyudi
  • Afi Andreansyah
  • Naja Akbar
  • Syafika Novaria
  • Saiful Bahri
  • Perlengkapan
    • Kordinator : Rakhim Supriyadi, S.Pd. dan Syamsul

Arifin S.Pd

  • Anggota : Rafli Kurnia
  • Rifqi Wahyudi
  • Afi Andreansyah
  • Naja Akbar
  • Syafika Novaria
    • Acara
    • Kordinator : Satyo Wage Amanu . S.Pd
    • Anggota : Bimas Buqien Abdillah
    • Urip HidayatullaArif Sultan K
  • Nala Eka Nur Oktaviani
  • Afifah Nadia A
  • Asrul Rahmah Aulia
  • Fina Rahmatika
  • Rizqiatul Qonita

 

  • Penggalian Dana
  • Kordinator : Edy Sucipto S.Pd
  • Anggota :Adelia Yulisa A
  • Gina Salsabila B.O
  • Devi afrelia
  • Nur Fadiatul L
  • Indah Novita Sari
  • Adam Husein
  • Konsumsi
    • Kordinator : Srisuhartatik. S.Pd dan Suudiyah, S.Pd,Nurkholifah,S.Pd, Sulistinawati, S.Pd
    • Anggota :  Anisa Nur Komariyah
  • Ahmad Revaldi
  • Novemdi Saleh
  • Rifqi Wahyudi
  • Wahyudi
  • Ilham Robbani

Roket Air

| Leave a comment

Roket air adalah salah satu jenis roket yang menggunakan air sebagai bahan bakarnya. Wahana tekan yang berfungsi sebagai mesin roket biasanya terbuat dari botol plastik bekas minuman ringan . Air dipaksa keluar oleh udara yang bertekanan, biasanya udara yang telah terkompresi.
Istilah “aquajet” telah digunakan di bagian Eropa, namun lebih dikenal umum dengan “roket air” dan di beberapa tempat mereka juga disebut sebagai “roket botol” (yang dapat membingungkan sebagai tradisional istilah ini merujuk pada sebuah kembang api di tempat lain).

Cara kerja roket air :
1. udara tekan ditambahkan yang menciptakan sebuah gelembung yang mengambang diatas air dan kemudian menekan volume udara di bagian atas botol.
2. Botol dilepaskan dari pompa.
3. Air didorong keluar nossel oleh udara terkompresi.
4. Botol bergerak menjauh dari air karena mengikuti hukum Newton Ketiga
Sebagian botol diisi dengan air dan disegel. Botol kemudian bertekanan dengan gas, biasanya udara dikompresi dari sebuah Pompa sepeda , Kompresor udara , atau silinder sampai dengan 125 psi , tapi kadang-kadang CO 2 atau nitrogen dari sebuah silinder. Inilah suatu bentuk produk/media yang dicoba dikembangkan oleh kami siswa dan siswi kelas IX SMPN 1 Waru Pamekasan. Agar kedepannya alat peraga yang kami buat bisa berguna dan bicara banyak khususnya di dalam dunia pendidikan saat ini maupun ke depannya. (ANDIK)

Mulai tahun 2017-2018, pemerintah menetapkan sistem zonasi untuk penerimaan siswa baru, alias hanya menerima siswa yang berdomisili sesuai zona wilayah sekolahnya. Ini supaya nggak ada segelintir sekolah yang dianggap favorit dan jadi tujuan semua siswa.  Alasan lain, adalah agar semua siswa tertampung, nggak ada yang disisihkan.

Zonasi ini merupakan upaya pemerataan pendidikan. Kebayang ‘kan, kalau hanya beberapa sekolah yang jadi incaran siswa dari berbagai wilayah? Ujung-ujungnya yang nilainya bagus akan masuk sekolah tertentu sehingga standar nilai (UN) untuk masuk ke situ tinggi. Sebaliknya, kemungkinan besar ada juga sekolah yang ujung-ujungnya menerima siswa dengan nilai cenderung minim. Alhasil, ada sekolah favorit dan non favorit.

“Semua sekolah harus jadi sekolah favorit. Semoga tidak ada lagi sekolah yang mutunya rendah,” ujar Pak Muhadjir Effendy. Lebih jelas tentang sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) bisa kamu baca berikut ini.

Serba-Serbi Zonasi

* Sistem zonasi ini berlaku mulai tahun ajaran 2017-2018 berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan no. 17 tahun 2017.

* Intinya, calon siswa hanya bisa mendaftar di sekolah berdasarkan zonanya, dilihat dari alamat Kartu Keluarga. Misalnya, rumah kamu di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Nah, kamu hanya bisa mendaftar di sekolah yang meliputi zona Pasar Minggu. Zona-nya sendiri diatur oleh masing-masing pemerintah daerah.

zonasi penerimaan siswa baru

* Pembagian zona sekolah sendiri ditentukan oleh dinas pendidikan provinsi.

* Jadi semua harus berdasarkan zona, nih? Hampir semua, alias 90 persen siswa harus berasal dari alamat yang satu zona dengan sekolah tersebut. Ada juga sih, jalur prestasi yang berasal dari alamat mana saja, tapi cuma 5 persen. Sedangkan sisa 5 persen buat siswa yang pindah domisili.

* Sistem Zonasi berlaku di tingkat SD, SMP, dan SMA Negeri. Untuk SMK, nggak diberlakukan sistem ini. Jadi yang berencana masuk SMK, bebas mendaftar di mana saja, sesuai dengan minatnya. Ini mungkin karena SMK menawarkan program kejuruan yang berbeda-beda. Sehingga belum tentu SMK dengan jurusan tertentu tersebar merata di semua zona.

* Pertimbangan dalam  menentukan diterimanya peserta didik SMA adalah:

1. Jarak tempat tinggal ke sekolah, yang harus sesuai dengan ketentuan zonasi

2. Usia yang sesuai

3. Sertifikasi Hasil Ujian Nasional

4. Prestasi di bidang akademik dan non-akademik (sesuai dengan kebijakan masing-masing daerah). Ini untuk jalur prestasi.

Plus-Minus Zonasi

(+)

* Jarak rumah ke sekolah relatif nggak jauh. Zaman SMA, banyak banget teman yang rumahnya jauh dari sekolah, termasuk saya sendiri. Nggak jarang lho, siswa tinggal di pinggir kota yang beda provinsi dengan sekolahnya yang berlokasi di tengah kota. Bahkan, ada yang sempat ngekos segala.

* Siswa dengan nilai UN tinggi lebih menyebar ke berbagai sekolah. Di tiap kota, biasanya ada sekolah-sekolah yang jadi favorit. Siswa berlomba-lomba masuk ke sana, sehingga pelajar best of the best berada di sekolah incaran tersebut. dengan berlakunya sistem zonasi, pesebaran siswa akan lebih merata.

* Kesempatan masuk SMP yang sesuai zona tempat tinggal kamu akan semakin terbuka, karena nggak perlu saingan dengan calon siswa dari  daerah lain.

* Menampung lebih banyak pelajar. Dengan penerapan zonasi ini, diharapkan pelajar yang nilai UN-nya kurang bagus, tetap dapat kesempatan untuk diterima di sekolah dalam zonanya. Sehingga nggak ada lagi calon siswa yang kebingungan nyari sekolah.

(-)

* Pilihan SMP terbatas zona. Jika SMP idaman kamu berada di kawasan berbeda dengan tempat tinggalmu, kemungkinan besar kamu nggak bisa masuk sekolah tersebut.

* Motivasi UN bisa jadi berkurang. Selama ini pelajar berlomba-lomba mengejar nilai UN agar bisa masuk SMP terbaik. Tahun ini, pertimbangan utamanya adalah domisili kamu.

* Nilai masuk ke SMP favorit bisa jadi menurun. Padahal selama ini sekolah favorit tersebut menjadi acuan.

* Di sisi lain, misi pemerataan pendidikan memang baik. Tapi rasanya sekadar sistem zonasi nggak cukup memberi solusi. Harus ada langkah konkret  lainnya, seperti meningkatkan fasilitas sekolah, kemampuan guru, kualitas pendidikan, dan sebagainya.

Jalur Reguler VS Prestasi

Secara umum,  Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ada yang melalui jalur prestasi dan ada juga yang melalui jalur reguler.

Jalur Prestasi

* Jalur prestasi bisa diikuti pelajar yang berprestasi. Penilaian dan kriteria prestasi berdasarkan ketetapan pemerintah provinsi.

Misalnya, untuk peserta jalur prestasi di Jakarta, harus pernah juara kompetisi tingkat internasional dan nasional (peringkat 1,2,3) atau juara pertama di tingkat provinsi. Sedangkan di Yogyakarta harus prestasi bidang Seni atau Olahraga.

* Hanya bisa memilih satu pilihan sekolah, tapi pilihannya bisa di mana saja.

Youthmanual

Jalur reguler

* Memilih sekolah berdasarkan zona yang sesuai dengan domisili.  Ada 3 Pilihan SMA

* Kriteria Penilaian antara lain

  1. Nilai rata-rata hasil UN
  2. Urutan pilihan sekolah
  3. Perbandingan UN yang lebih besar, dengan urutan:
    1. Bahasa Indonesia
    2. Matematika
    3. Bahasa Inggris
    4. Ilmu Pengetahuan Alam
  4. Umur calon peserta didik baru

Pelaksanaan Sistem Zonasi

Tahun ajaran 2017/2018 menjadi awal diterapkannya sistem zonasi secara nasional dalam penerimaan peserta didik baru. Aturan zonasi sempat berlaku tahun 2013 lalu. Tapi kuota untuk yang sesuai zona hanya 45 persen. Jadi bisa tetap mendaftar di zona lain.

Youthmanual mencoba menelusuri pelaksanaan zonasi tahun ini, dengan contoh kasus Jakarta. Agak membingungkan juga sih, melihat pembagiannya. Jadi DKI Jakarta dibagi menjadi 6 zona. Tapi satu sekolah bisa termasuk ke dalam beberapa zona. Misalnya, SMAN 8 Jakarta masuk ke dalam zona 1,2, dan 3. Sementara SMAN 28 Jakarta masuk ke zona 1,2,3,4,5. Berarti berbagai zona bisa memilih SMA yang sama. Dengan demikian, konsep pemilihan sekolah berdasarkan domisili ini masih agak rancu.

Kemudian prosedur dan langkah-langkahnya termasuk syarat dan periode penerimaan tergantung kebijakan masing masing dinas pendidikan. Di Jakrta pendaftaran dimulai 15 Juni dan pengumuman 17 Juni,sedangkan di DIY Yogyakarta pendaftaran baru berlangsung 5-7 Juli.

Di sisi lain, sistem penerimaan peserta didik baru tahun ini diusahakan setransparan dan seadil mungkin. Proses pendaftaran, kapasitas, dan penerimaan yang bisa langsung diakses secara online di situs siap-ppdb.

Untuk yang baru mau masuk SMA, semoga berhasil!

(sumber gambar: siap-ppdb, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)


Dalam Undang Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara menyatakan bahwa Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat ASN adalah profesi bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja yang bekerja pada instansi pemerintah. Penilaian kinerja bertujuan menjamin objektivitas prestasi kerja yang sudah disepakati, penilaian kinerja dilakukan berdasarkan perjanjian kerja di tingkat individu dan tingkat unit atau organisasi dengan memperhatikan target, sasaran, hasil, manfaat yang dicapai, dan perilaku pegawai, penilaian kinerja dilakukan secara objektif, terukur, akuntabel, partisipatif, dan transparan.

SKP Guru cukup unik dan rumit karena keterkaitannya dengan Penilaian Kinerja Guru (PKG) tetapi apabila kita telah mengusai PKG Guru maka menyusun SKP adalah hal yang sangat mudah untuk dilakukan. Tata cara penyusunan SKP Guru belum dijelaskan penyusunannya dalam Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 1 Tahun 2013 tentang ketentuan pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011. Penjelasan dan contoh yang ada pada Perka BKN Nomor 1 Tahun 2013 pada halaman 16 belum bisa mewakili dan menjelaskan secara rinci tentang tatacara penyusunan SKP guru, untuk itu penulis merasa terpancing dan tertarik untuk membuat karya tulis ini dari permasalahan yang ada.

         1. Penilaian Kinerja Guru ( PKG ).

Penilaian kinerja Guru adalah penilaian dari tiap butir kegiatan tugas utama Guru dalam rangka pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya.Penilaian kinerja Guru dari sub unsur pembelajaran atau pembimbingan dan tugas lain yang relevan didasarkan didasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 35 tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya berlaku secara efektif mulai tanggal 1 Januari 2013.

Penilaian kinerja guru pada pelaksanaan pembelajaran dilakukan di dalam kelas (untuk kegiatan yang dapat diamati) dan di luar kelas (untuk kegiatan yang tidak dapat diamati di dalam kelas). Kegiatan yang tidak dapat diamati di dalam kelas misalnya: penyusunan silabus, RPP, pengembangan kurikulum, tingkat kehadiran guru di kelas, praktik pembelajaran di luar kelas/sekolah/madrasah dan sebagainya. Untuk semua kegiatan yang dilakukan guru, baik yang dapat diamati di dalam kelas maupun yang tidak dapat diamati, penilai kinerja guru wajib melampirkan bukti-bukti fisik berupa dokumen.

         2. Sasaran Kerja Pegawai ( SKP )

Sasaran Kerja Pegawai adalah rencana kerja dan target yang akan dicapai oleh seorang PNS. Peraturan Pemerintah Nomor 46 tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri adalah merupakan Peraturan Pemerintah yang mengatur ketentuan tentang Penilaian Prestasi Kerja.

Angka kredit merupakan merupakan Satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan / atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh seorang pejabat fungsional dalam rangka pembinaan karier yang bersangkutan ditetapkan dengan jumlah angka kredit yang akan dicapai. Oleh sebab itu pejabat fungsional tertentu harus menetapkan target angka kredit yang akan dicapai dalam1 (satu) tahun.

         3. Hubungan PKG dan Tata Cara Penyusunan SKP.

Hubungan antara PKG dan SKP Guru mempunyai keterkaitan yang sangat erat yang mana untuk butir kegiatan dari Unsur Utama dalam SKP Guru angka kreditnya terdiri dari Paket dan Laporan Hasil PKG, oleh karena itu dalam menyusun SKP Guru tidak terlepas dari PKG, dalam menyusun SKP Guru Butir Kegiatan pada Unsur Utama diuraikan satu persatu.

Contoh :

Seorang Guru bernama AIDA FITRIYANI, S.Pd,  Pangkat dan Golongan Penata Muda – III/a menyusun SKP awal tahun dengan rincian sebagai berikut

  1. Melaksanakan proses pembelajaran dengan kriteria PKG Baik
  2. Menjadi wali kelas
  3. Membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler.
  4. Mengikuti Diklat Fungsional lamanya antara 30 s/d 80 jam
  5. Menjadi peserta pada kegiatan ilmiah
  6. Sebagai Pengawas Ujian Penilaian dan Evaluasi terhadap Proses dan Hasil Belajar Tingkat Sekolah dan Nasional
  7. Menjadi Anggota Organisasi Profesi Sebagai Anggota Aktif

 

Cara Menyusun SKP tersebut sebagai berikut :

Unsur Utama

  1. Melaksanakan proses pembelajaran dengan kriteria PKG Baik dengan Nilai PKG 10.50
  2. Menjadi wali kelas dihitung 5% dari PKG Baik 10.50
  3. Membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dihitung 2% dari PKG Baik 10.50

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan

  1. Mengikuti Diklat Fungsional lamanya antara 30 s/d 80 dengan Nilai 1 Ak
  2. Menjadi peserta pada kegiatan ilmiah dengan Nilai 0.1 Ak

Unsur Penunjang

  1. Sebagai Pengawas Ujian Penilaian dan Evaluasi terhadap Proses dan Hasil Belajar Tingkat Sekolah dan Nasional dengan Nilai 0.08 Ak
  2. Menjadi Anggota Organisasi Profesi Sebagai Anggota Aktif dengan Nilai 1 Ak

 

Angka Kredit yang terdapat dalam SKP adalah hasil antara perkalian Target dengan Butir Kegiatan. Butir kegiatan nya dengan PKG baik adalah 10.50 dan target dalam satu tahun adalah 1 Laporan PKG maka AKnya adalah 1 x 10.50 = 10.50.  Sebagai Pengawas Ujian Penilaian dan Evaluasi terhadap Proses dan Hasil Belajar Tingkat Sekolah dan Nasional Ak pada butir kegiatan adalah 0.08 dengan target 4 kali dalam setahun maka unutk mencari AKnya adalah 4 x 0.08 = 0.32. hasil dari pencarian AK tersebut dimasukan kedalam kolom bertuliskan AK dalam format SKP.

Unsur Utama karena Angka Kreditnya terdiri dari paket-paket maka harus diketahui terlebih dahulu berapa target nilai PKG nya dalam satu tahun. Untuk mengetahui pembagian persen-persen tersebut seorang gur harus mengetahui dan memiliki pedoman penilai PKG Guru. Angka Kredit dari butir kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dan Unsur Utama sesuai dengan Angka Kredit yang ada pada Permenpan Nomor 16 tahun 2009. Ouput yang tertuang dalam SKP seperti Laporan PKG, Sertifikat dan SK disesuaikan dengan Bukti Fisik seperti yang tercantum pada Permenpan Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

 

INDEX  PANGKAT UNTUK GURU MATA PELAJARAN/KELAS/BK

KRITERIA GOLONGAN
III/a III/b III/c III/d IV/a IV/b IV/c IV/d
Amat Baik 13.12 11.87 25.31 24.37 37.18 37.18 36.25 48,44
Baik 10.50 9.50 20.25 19.50 29.75 29.75 29.00 38,75
Cukup 7.87 7.12 15.18 14.62 22.31 22.31 21.75 29,06
Sedang 5.25 4.75 10.12 9.75 14.87 14.87 14.50 19,38
Kurang 2.62 2.37 5.06 4.87 7.43 7.40 7.25 9,69

 

TABEL PEMBAGIAN PERSEN DALAM PENGHITUNGAN PKG

2 PEMBELAJARAN/

BIMBINGAN

Proses pembelajaran Melaksanakan pembelajaran Paket Laporan Penilaian Kinerja
Proses pembimbingan Melaksanakan pembimbingan Paket Laporan Penilaian Kinerja
Tugas lain yang relevan Menjadi Kepala Sekolah Paket(75%) Laporan Penilaian Kinerja
Menjadi Wakil Kepala Sekolah/Madrasah per tahun Paket(50%) Laporan Penilaian Kinerja
Menjadi ketua program keahlian/program studi atau yang sejenisnya Paket(50%) Laporan Penilaian Kinerja
Menjadi kepala perpustakaan Paket(50%) Laporan Penilaian Kinerja
Menjadi kepala laboratorium, bengkel, unit produksi atau yang sejenisnya Paket(50%) Laporan Penilaian Kinerja
Menjadi pembimbing khusus pada satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan inklusi, pendidikan terpadu atau yang sejenisnya Paket(5%) Laporan Penilaian Kinerja
Menjadi wali kelas Paket(5%) Laporan Penilaian Kinerja
Menyusun kurikulum pada satuan pendidikannya Paket(2%) Laporan Penilaian Kinerja
Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap  proses dan hasil belajar. Paket(2%) Laporan Penilaian Kinerja
Membimbing guru pemula dalam program induksi Paket(2%) Laporan Penilaian Kinerja
Membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler Paket(2%) Laporan Penilaian Kinerja
Menjadi pembimbing pada penyusunan publikasi ilmiah dan karya inovatif Paket(2%) Laporan Penilaian Kinerja
Melaksanakan pembimbingan pada kelas yang menjadi tanggungjawabnya (khusus Guru Kelas) Paket(2%) Laporan Penilaian Kinerja

 

PENYUSUNAN SKP GURU

FORMULIR SASARAN KERJA
PEGAWAI NEGERI SIPIL
NO I. PEJABAT PENILAI NO II. PEGAWAI NEGERI SIPIL YANG DINILAI
1 Nama EFRY YENNY, S.Pd 1 Nama AIDA FITRIYANI, S.Pd
2 NIP 19720208 199403 2 001 2 NIP 19800814 200604 2 009
3 Pangkat/Gol.Ruang Pembina – IV/a 3 Pangkat/Gol.Ruang Penata Muda – III/a
4 Jabatan Kepala Sekolah 4 Jabatan Guru Pertama
5 Unit Kerja SDN 04 BUKIT APIT PUHUN 5 Unit Kerja SDN 04 BUKIT APIT PUHUN
NO III. KEGIATAN TUGAS JABATAN AK TARGET
KUANT/OUTPUT KUAL/MUTU WAKTU BIAYA
Unsur Utama
1 Melaksanakan Proses Pembelajaran 10.50 10.50 1 Laporan PKG 100 12 Bln  –
2 Menjadi Wali Kelas 0.53 0.53 1 Laporan PKG 100 12 Bln  –
3 Membimbing Siswa Dalam Kegiatan Ekstrakurikuler 0.21 0.21 1 Laporan PKG 100 12 Bln  –
PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN
4 Mengikuti Diklat Fungsional lamanya antara 30 s/d 80 jam 1 3 3 Sertifikat 100 12 Bln  –
5 Menjadi peserta pada kegiatan ilmiah 0.1 0.2 2 Surat keterangan dan laporan per
kegiatan
100 12 Bln
UNSUR PENUNJANG
6 Sebagai Pengawas Ujian Penilaian dan Evaluasi terhadap Proses dan Hasil Belajar Tingkat Sekolah dan Nasional 0.08 0.32 4 SK 100 12 Bln  –
7 Menjadi anggota organisasi profesi, sebagai Pengurus Aktif 1 3 3 SK 100 12 Bln  –
Bukittinggi ,  02 Januari 2014
Pejabat Penilai, Pegawai Negeri Sipil Yang Dinilai
HENDROYONO, S.Pd,M.MPd  

SRI SUHARTATIK, S.Pd

19731020 199802 1 001 19680424 199601 2 001

Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur merayakan hari jadi yang ke-487 dengan berbagai macam rangkaian kegiatan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan, Ahmad Sjaifuddin, mengemukakan, rangkaian acara tersebut merupakan kerja sama pemerintah Kabupaten Pamekasan dengan Bakorwil IV Pamekasan dan pihak-pihak terkait.

Alhamdulillah SMPN 1 Waru meraih juara 3 dalam lomba Pamekasan School Fair, tanggal 23-27 Oktober bertempat di Gedung Islamic Center Pamekasan.

Selamat…….! dan terimakasih pada semua pihak yang telah berperan serta  membantu pelaksaan lomba tersebut.

Untuk memfasilitasi sekolah (SMP) meningkatkan kompetensi kepala sekolah dan guru serta membantu sekolah mengimplementasikan K13, Direktorat Pembinaan SMP menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan pendampingan pelaksanaan K13 bagi SMP. Bimbingan Teknis dan
pendampingan pelaksanaan K13 tersebut – dengan sejumlah program pendukung lainnya – diharapkan mampu menjadikan jumlah SMP pelaksana K13 naik secara signifikan setiap tahun. Pada tahun 2017 ditargetkan sekitar 13.731 (35%) SMP telah melaksanakan K13, sementara tahun 2017 diharapkan 24.004 SMP (62%), tahun 2018 sebanyak 38.535 SMP (100%) di seluruh wilayah Indonesia sudah melaksanakan K13.
Bimbingan Teknis dan pendampingan implementasi K13 diselenggarakan dengan melibatkan peranserta Direktorat Pembinaan SMP, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, sekolah pelaksana Kurikulum 2013 dengan
peran/tugas masing-masing. Agar semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pelatihan dan pendampingan tersebut dapat menjalankan peran/tugasnya dengan baik, perlu dibuat panduan pelaksanaan pelatihan dan pendampingan pelaksanaan K13 di SMP. Panduan tersebut antara lain
mengatur ketentuan mengenai tujuan, sasaran/peserta, struktur program, materi, strategi, pendanaan, pengelolaan, dan pelaporan pelaksanaan pelatihan dan pendampingan.
Adapun bahan/materi Bimtek Penyegaran Kurikulum 2013 yang dapat kami share sbb:
1. Buku Guru Revisi Tahun 2017
    a. Bahasa Indonesia                (Unduh disini) atau (disini)
    b. Bahasa Inggris                    (Unduh disini) atau (disini)
    c. Matematika                         (Unduh disini) atau (disini)
    d. Ilmu Pengetahuan Alam     (Unduh disini) atau (disini)
    e. Ilmu Pengetahuan Sosial    (Unduh disini) atau (disini)
    f. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan   (Unduh disini) atau (disini)
    g. Pendidikan Jasmani dan Olahraga Kesehatan (Unduh disini) atau (disini)
    h. Prakarya                             (Unduh disini) atau (disini)
    i.  Seni Budaya                       (Unduh disini) atau (disini)
2. Panduan Penilaian Kurilum 2013 Revisi Tahun 2017   (Unduh disini) atau (disini)
3. Silabus Kurikulum 2013 Revisi    (Unduh disini) atau (disini)
4. Materi Paparan Umum
     a. Dinamika Perkembangan Kurikulum 2013   (Unduh disini) atau (disini)
     b. Materi Literasi dalam Pembelajaran             (Unduh disini) atau (disini)
     c. Penilaian untuk Pembelajaran Kur 2013       (Unduh disini) atau (disini)
     d. Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter     (Unduh disini) atau (disini)
     e. Strategi Literasi dalam Pembelajaran           (Unduh disini) atau (disini)
5. Panduan Pengelolaan
    a. Panduan Pelaksanaan Muatan Lokal   (Unduh disini) atau (disini)
    b. Panduan Pengelolaan Laboratorium    (Unduh disini) atau (disini)
    c. Panduan Penyusunan RPP SMP          (Unduh disini) atau (disini)
    d. Panduan Pemanfaatan Lingkungan Sekolah   (Unduh disini) atau (disini)
    e. Panduan Pemanfaatan Perpustakaan    (Unduh disini) atau (disini)
    f.  Panduan Pengelolaan Kurikulum        (Unduh disini) atau (disini)
    g. Pengelolaan Media Pembelajaran        (Unduh disini) atau (disini)
    h. Pengelolaan dan Pemanfaatan Lab Bahasa    (Unduh disini) atau (disini)
    i.  Panduan Penelusuran Bakat dan Minat          (Unduh disini) atau (disini)
6. Panduan Pembelajaran SMP               (Unduh disini) atau (disini)
    Tambahan:
7. Aplikasi Penilaian Kurikulum 2013 untuh SMP (Unduh disini) atau (Disini)
8. Aplikasi Penilaian Kurikulum 2013 untuh SD    (Unduh disini) atau (Disini)

Semoga Bermanfaat

Pada tahun 2017 ini Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) di  seluruh Indonesia menggulirkan satu program bagi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Program ini dilaksanakan dengan memilih beberapa sekolah tingkat SD, SLTP dan SLTA di seluruh Indonesia untuk menjadi sekolah model bagi pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Internal (SPMI)

Menurut  Kamus Besar Bahasa Indonesia, model artinya pola (contoh, acuan, ragam dan sebagainya) dari sesuatu yang akan dibuat atau dihasilkan. Jadi secara sederhana, model dapat dimaknai sebagi contoh atau acuan. Sedangkan SPMI merupakan kepanjangan dari Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Internal . Sistem penjaminan mutu internal adalah system penjaminan mutu yang dilaksanakan secara mandiri oleh pihak sekolah. Berdasarkan hal tersebut di atas, sekolah model SPMI dapat diartikan sebagai sekolah yang menjadi contoh atau acuan dalam sistem penjaminan mutu internal.

Definisi sekolah model menurut Buku Juknis Dikdasmen, adalah sekolah yang ditetapkan dan dibina oleh LPMP untuk menjadi sekolah acuan bagi sekolah lain di sekitarnya dalam penerapan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri; menerapkan seluruh siklus penjaminan mutu pendidikan secara sistemik, holistik, dan berkelanjutan, sehingga budaya mutu tumbuh dan berkembang secara mandiri  serta memiliki tanggungjawab untuk mengimbaskan praktik baik penerapan penjaminan mutu pendidikan kepada lima sekolah di sekitarnya.

Sekolah model dipilih dari sekolah yang belum memenuhi SNP untuk dibina oleh LPMP agar dapat menerapkan penjaminan mutu pendidikan di sekolah mereka sebagai upaya untuk memenuhi SNP. Pembinaan oleh LPMP dilakukan hingga sekolah telah mampu melaksanakan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri. Sekolah model dijadikan sebagai sekolah percontoan bagi sekolah lain yang akan menerapkan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri. Sekolah model memiliki tanggungjawab untuk mengimbaskan praktik baik penerapan penjaminan mutu pendidikan kepada lima sekolah di sekitarnya, sekolah yang diimbaskan ini selanjutnya disebut dengan sekolah imbas.
Kriteria Sekolah Model

  1. Sekolah belum memenuhi SNP
  2. Seluruh komponen sekolah bersedia dan berkomitmen untuk mengikuti seluruh rangkaian pelaksanaan pengembangan sekolah model.
  3. Adanya dukungan dari pemerintah daerah.

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di sekolah harus dilakukan oleh seluruh anggota sekolah yaitu kepala sekolah, guru, siswa dan staf sekolah sesuai tugasnya masing-masing. Ada lima tahapan siklus  yang harus dilaksanakan yaitu:

  1. Tahap pertama adalah memetakan mutu sekolah dengan berpedoman pada EDS
  2. Tahap kedua adalah membuat perencanaan peningkatan mutu sekolah
  3. Tahap ketiga adalah pelaksanaan program penjaminan mutu sekolah
  4. Tahap Ke empat adalalah  monitoring dan evaluasi
  5. Tahap kelima  strategi peningkatan mutu sekolah

Dalam pelaksanaannya, LPMP akan memberikan pendampingan kepada calon sekolah model yang telah dipilih sampai sekolah tersebut mampu melaksanakan siklus pemenuhan mutu pendidikan internal secara mandiri. Adapaun program pendampingan yang dilaksanakan LPMP pada tahun 2017 terbagi kepada beberapa tahap antara lain:

  1. Workshop  Sekolah Model, di tiap kabupaten/kota
  2. Pendampingan Tahap 1, di sekolah model
  3. Pendampingan Tahap 2, di sekolah model
  4. Workshop Penyusunan Potret Sekolah, di LPMP Propinsi
  5. Ekspose Sekolah Model, di kabupaten dilanjutkan di tingkat pusat.

Puncak dari pendampingan program sekolah ini adalah ekspose/pameran yang dilaksanakan di tingkat kabupaten dan dilanjutkan di tingkat pusat. Materi yang ditampilkan di ekspose sekolah model adalah; 1) Potret / Profil Sekolah Model, 2) Odner (map) yang berisikan dokumentasi kegiatan sekolah dalam pelaksanaan 5 siklus SPMI mencakup dokumen tertulis dan foto-foto kegiatan, 3) Foto-foto kegiatan pelaksanaan SPMI di sekolah, 4) Slide show kegiatan SPMI, 5) Baner, Pamplet, Newsletter, dll.

Program sekolah model ini tidak hanya dilaksanakan di tahun 2017.Pada tahun 2018 LPMP akan melaksanakan program ini dengan lebih banyak lagi sekolah baik tingkat SD, SLTP maupun SLTA.

SMPN 1 WARU PAMEKASAN ©2019. All Rights Reserved.
Powered by WordPress. Theme by Phoenix Web Solutions